BINTAN (gokepri) – Pelajar Bintan Anissa Magfira menembus sembilan besar Lomba Pidato AHY Muda. Bersaing dengan sekitar 1.000 peserta.
Sekitar 1.000 video peserta menjadi titik awal perjalanan Anissa dalam lomba tersebut. Kini, pelajar SMA Negeri 1 Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, itu hanya menyisakan delapan pesaing untuk merebut posisi juara pertama.
Perjalanan tersebut membawa Anissa dari panggung sekolah di Bintan menuju persaingan tingkat nasional. Ia menjadi salah satu dari sembilan peserta yang lolos setelah melewati seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga: AHY Hadir di Imlek Batam, Demokrat Kepri Perkuat Kedekatan dengan Warga
Di tahap akhir, Anissa tidak sekadar membawa nama sekolah atau Kabupaten Bintan. Ia membawa gagasan tentang daerah kepulauan melalui pidato bertema “Kepri Terhubung, Indonesia Tumbuh”.
Tema itu berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kepulauan Riau. Anissa mengangkat konektivitas antardaerah, pemerataan ekonomi, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bagian dari gagasannya.
Bagi daerah kepulauan, konektivitas bukan sekadar persoalan jarak. Hubungan antarpulau ikut menentukan seberapa mudah masyarakat mengakses pasar, bergerak mencari peluang ekonomi, dan mengembangkan usaha.
Gagasan tersebut kini menjadi bagian dari persiapan Anissa menghadapi penjurian tahap akhir. Ia kembali mematangkan materi pidato sekaligus berlatih intonasi, cara penyampaian, dan keberanian tampil.
“Bisa sampai sembilan besar saja sudah menjadi pengalaman yang sangat berarti,” kata Anissa.
Meski begitu, lolos ke sembilan besar belum membuat persaingan berakhir. Anissa masih memburu posisi pertama yang akan memberinya kesempatan menyampaikan pidato secara langsung di hadapan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu motivasi Anissa untuk tampil lebih baik pada tahap penjurian. Ia ingin memastikan materi yang sudah disiapkan dapat tersampaikan dengan jelas dan meyakinkan.
Persiapan itu mendapat pendampingan dari Mesrawati Tampubolon. Pendampingan diberikan untuk membantu Anissa menghadapi tahapan akhir kompetisi.
Bagi Anissa, perjalanan menuju sembilan besar sendiri sudah menjadi pengalaman penting. Dari sekitar 1.000 video peserta, namanya kini berada di antara sembilan peserta yang masih bertahan.
Hasil akhir masih menunggu penjurian. Jika meraih posisi pertama, Anissa akan mendapat kesempatan membawa pidato tentang Kepri itu langsung ke hadapan AHY.
Dari Bintan, gagasan tentang daerah kepulauan kini menunggu dinilai di panggung yang lebih luas. Sembilan peserta tersisa, dan Anissa menjadi salah satu di antaranya.
Baca Juga: Demokrat Kepri Perluas Aksi Lingkungan hingga Bintan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









