BINTAN (gokepri) – Masyarakat Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan kini memiliki tambahan sumber air bersih setelah sebuah sumur bor dibangun melalui kolaborasi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) dan PT SUCOFINDO (Persero).
Sumur bor yang berada di Masjid At Taubah itu diresmikan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Selasa (25/8). Fasilitas tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus memperkuat akses terhadap layanan dasar di wilayah tersebut.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, karena itu kehadiran sumur bor ini tentu sangat berarti bagi masyarakat Toapaya Selatan,” kata Nyanyang.
Baca Juga: Warga Sengkuang dan Batu Merah Tuntut Janji Amsakar soal Air Bersih
Menurut Nyanyang, penyediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas, tetapi juga dengan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, ia meminta fasilitas tersebut dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Nyanyang juga menilai penyediaan sarana air bersih menunjukkan pentingnya kolaborasi pemerintah, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pembangunan di daerah.
“Program seperti ini menunjukkan bahwa ketika semua bersinergi, manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan sumur di Toapaya Selatan merupakan bagian dari program sosial dan lingkungan PT SUCOFINDO dalam rangka memperingati ulang tahun ke-70 perusahaan tersebut.
Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna mengatakan pembangunan sumur itu merupakan tindak lanjut dari kick off pembangunan sumur air bersih pada 10 Mei 2026.
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), SUCOFINDO membangun 70 sumur air bersih yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Di Kepri, program tersebut diwujudkan melalui dua sumur bor, masing-masing di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.
“Dengan hadirnya sumur bor di Desa Toapaya Selatan, masyarakat kini memiliki tambahan sumber air bersih yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari,” kata Sandry.
Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama mengatakan penyediaan fasilitas yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat desa merupakan bagian dari upaya membangun dari tingkat paling bawah.
Ia berharap sumur bor tersebut tidak berhenti sebagai fasilitas fisik, tetapi dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan masyarakat Toapaya Selatan.
“Kehadiran sumur bor diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Toapaya Selatan,” ujarnya. ANTARA
Baca Juga: Merawat Waduk, Menjaga Air Bersih
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









