Pengganti Perry Warjiyo Jadi Penentu Kepercayaan Pasar

Perry Warjiyo Gubernur BI
Gubernur BI saat ini yakni Perry Warjiyo mendengarkan pertanyaan anggota Komisi XI DPR saat mengikuti pelaksanaan fit & proper test (20/3). Foto: Media Indonesia

JAKARTA (gokepri) – Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia belum tentu mengguncang pasar keuangan. Peneliti Pusat Riset Ekonomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syahrir Ika menilai respons investor akan lebih ditentukan oleh kredibilitas figur pengganti dan kesinambungan kebijakan bank sentral. Karena itu, proses penunjukan gubernur baru menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas rupiah dan kepercayaan pasar.

Pandangan itu muncul setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri Perry Warjiyo. Pemerintah menyatakan proses pergantian akan dilakukan sesuai mekanisme Undang-Undang Bank Indonesia.

Syahrir mengatakan dampak pergantian pimpinan BI perlu dilihat dari dua sisi, yakni reaksi pasar keuangan dan kondisi fundamental ekonomi. Menurut dia, keduanya tidak selalu bergerak searah karena pasar lebih cepat merespons perubahan kepemimpinan dibandingkan fundamental ekonomi.

Baca Juga: Mengenal Profil Perry Warjiyo, Gubernur BI Dua Periode yang Dilantik Hari Ini

“Jika penggantinya memiliki rekam jejak kuat dan independen, pasar dapat merespons positif,” kata Syahrir, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut dia, respons positif itu dapat tercermin melalui penguatan nilai tukar rupiah, penurunan premi risiko, dan meningkatnya kepercayaan investor. Sebaliknya, pasar akan mencermati apakah kepemimpinan baru mampu mempertahankan independensi Bank Indonesia.

Syahrir menilai gubernur baru akan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ia harus menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat arus modal, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Namun, tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya melalui kebijakan moneter. Menurut dia, diperlukan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.

“Pergantian pimpinan BI hanyalah salah satu faktor,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai optimisme terhadap ekonomi Indonesia tidak semestinya bertumpu pada sosok gubernur baru semata. Yang lebih menentukan adalah kemampuan mempertahankan kredibilitas kebijakan yang selama ini menjadi acuan pelaku pasar.

Di sisi lain, Syahrir melihat pergantian kepemimpinan juga membuka peluang lahirnya pendekatan kebijakan yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi baru.

Beberapa agenda yang dinilai perlu diperkuat antara lain stabilisasi nilai tukar rupiah, pendalaman pasar keuangan domestik agar tidak terlalu bergantung pada modal asing, percepatan transformasi sistem pembayaran digital, serta penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas harga.

Menurut dia, pasar keuangan modern lebih menghargai kesinambungan kebijakan daripada pergantian figur semata. Karena itu, inovasi yang tetap menjaga independensi Bank Indonesia justru dapat memperkuat kepercayaan investor sekaligus fundamental ekonomi nasional.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo pada Minggu, 26 Juli 2026. Pemerintah kini menyiapkan proses pemberhentian secara hormat sesuai Undang-Undang Bank Indonesia sebelum gubernur definitif ditetapkan.

Untuk menjaga kesinambungan kebijakan moneter, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditetapkan sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan. ANTARA

Baca Juga: Jokowi Hanya Akan Calonkan Perry Warjiyo untuk Gubernur BI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait