Satu orang tewas dan satu korban masih kritis. Polisi memeriksa belasan orang untuk mengurai penyebab bentrokan.
JAKARTA (gokepri) – Polisi mengusut penyebab bentrokan dua kelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang dan membuat satu korban lainnya kritis. Penyidik kini memeriksa belasan orang untuk mengurai rangkaian peristiwa, mulai dari cekcok di warung hingga bentrokan yang berujung korban jiwa.
Penyelidikan berfokus pada siapa yang memicu bentrokan dan bagaimana konflik itu berkembang. Polres Metro Jakarta Pusat telah mengamankan tiga orang berinisial S, T, dan U yang kini menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Menteng.
Baca Juga: Usai Rekaman Podcast, Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras
Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Reynold EP Hutagalung mengatakan pemeriksaan terhadap ketiganya dilakukan untuk mengungkap asal-usul bentrokan. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga memicu kerusuhan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui asal-muasal peristiwa,” kata Reynold, Minggu 26 Juni 2026.
Selain tiga orang tersebut, polisi mengamankan sekitar 15 orang untuk diperiksa. Penyidik mengelompokkan mereka berdasarkan rangkaian peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman dan Jalan Tambak agar peran masing-masing lebih mudah dipetakan.
Dari proses itu, penyidik juga memeriksa korban dan para saksi. Polisi mendalami dugaan perusakan gerobak milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dugaan penganiayaan terhadap warga yang terjadi saat bentrokan.
Berawal dari Warung Sarapan
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Roby Heri Saputra mengatakan polisi menerima laporan keributan sekitar pukul 10.00 pada Minggu 26 Juni 2026.
Penyelidikan sementara menunjukkan bentrokan diduga bermula dari perselisihan di sebuah warung penjual sarapan Nasi Uduk. Salah satu kelompok datang membeli makanan, tetapi diduga tidak terlayani dengan baik sehingga terjadi cekcok.
Kelompok tersebut meninggalkan lokasi sambil menggeber sepeda motor. Tidak lama kemudian mereka kembali bersama sejumlah rekannya dan diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.
Perusakan itu memicu reaksi warga sekitar. Mereka kemudian menyerang kelompok tersebut hingga bentrokan meluas.
“Keributan terjadi setelah ada aksi saling membalas,” kata Roby.
Petugas kepolisian berupaya menghentikan bentrokan, tetapi banyaknya orang yang terlibat membuat situasi sulit dikendalikan. Akibatnya, dua orang mengalami luka berat dan dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Satu Korban Meninggal
Dari dua korban yang dirawat di RSCM, satu orang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis. Seorang korban lainnya masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.
Selain menimbulkan korban jiwa, bentrokan juga mengakibatkan bangunan dan kendaraan terbakar. Polisi masih memastikan objek yang terbakar sekaligus penyebab kebakaran melalui olah tempat kejadian perkara.
Penyidik menemukan puing bangunan, kendaraan yang terbakar, jejak darah, serta batu berlumuran darah di lokasi. Namun hingga kini polisi belum menemukan senjata tajam yang diduga digunakan dalam bentrokan.
Polisi masih mendalami identitas kelompok yang terlibat, termasuk status mereka di lokasi yang ditempati. Berdasarkan informasi awal, kelompok tersebut belum lama berada di kawasan Jalan Tambak, tetapi diduga pernah beberapa kali terlibat dalam insiden serupa.
Hingga Minggu, belum ada tersangka yang ditetapkan. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk memastikan peran setiap orang yang diperiksa, baik sebagai korban maupun pelaku.
“Semua akan diproses sesuai alat bukti,” kata Reynold. ANTARA
Baca Juga: Tiga Warga Rempang Diperiksa Terkait Bentrok dengan PT MEG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









