OJK Kepri Manfaatkan Perpustakaan untuk Edukasi Keuangan

OJK Kepri Perpustakaan
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya saat menyampaikan paparan mengenai penguatan literasi keuangan di Tanjungpinang, Jumat (24/4/2026). Foto: OJK Kepri

TANJUNGPINANG (gokepri) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kepulauan Riau untuk memperluas literasi keuangan masyarakat melalui pemanfaatan jaringan perpustakaan sebagai pusat edukasi.

Kolaborasi itu dibahas dalam audiensi di Kantor DPK Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Jumat 24 April 2026. Fokus kerja sama mencakup penyediaan materi edukasi, penguatan peran pustakawan, serta pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar keuangan yang mudah diakses publik.

Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya menyebut sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan kualitas pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

HBRL

Baca Juga: Kepala OJK Kepri Berganti, Ditugasi Perluas Literasi Keuangan

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sedangkan inklusi keuangan 80,51 persen. Menurut OJK, capaian itu masih perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan di daerah.

“Peningkatan literasi dan inklusi keuangan perlu dikawal melalui aksi di daerah. Kami mengusulkan penyediaan koleksi buku literasi keuangan di Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi sebagai referensi masyarakat,” ujar Sinar di Tanjungpinang, Jumat.

Ia menambahkan, perpustakaan dapat berfungsi sebagai pusat edukasi agar masyarakat lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan, termasuk mengenali risiko pinjaman daring ilegal.

Sebagai dukungan awal, OJK Kepri menyerahkan paket buku literasi keuangan yang berisi panduan pengelolaan keuangan, pengenalan produk jasa keuangan, serta materi kewaspadaan terhadap penipuan. Koleksi itu akan ditempatkan di pojok literasi keuangan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, kedua pihak merencanakan pelatihan bagi pustakawan melalui skema training of trainers (ToT). Melalui pelatihan ini, pustakawan diharapkan menjadi rujukan awal bagi masyarakat untuk memperoleh informasi keuangan yang benar dan tepercaya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau Moh. Bisri menyatakan dukungan atas kerja sama tersebut. DPK berencana mengintegrasikan materi literasi keuangan dalam program edukasi perpustakaan, termasuk melalui penguatan pojok edukasi keluarga.

OJK berharap kolaborasi ini membentuk ekosistem literasi keuangan yang lebih kuat di Kepulauan Riau. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menilai manfaat dan risiko produk keuangan serta menghindari praktik ilegal.

OJK juga mengimbau masyarakat menggunakan layanan jasa keuangan berizin dan memastikan informasi yang digunakan berasal dari sumber resmi.

Baca Juga: Lima Komisioner Baru OJK Disetujui DPR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait