Kunjungan Wisman ke Kepri Membaik Pada November 2020

Kawasan Wisata Bintan
Kunjungan wisman ke kawasan wisata Lagoi, Bintan, Kepri, sebelum COVID-19. (foto: Antara/Ogen)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri pada November 2020 sebanyak 1.768 kunjungan. Jumlah kunjungan ini naik 138,92 persen dibanding bulan Oktober dengan 740 kunjungan.

Namun secara tahunan, jika dibandingkan dengan November 2019, tren kunjungan masih menurun. Penurunannya mencapai 99,27 persen.

Dilansir laman resmi BPS, wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri pada Januari hingga November 2020 didominasi wisman berkebangsaan Singapura. Jumlahnya mencapai 44,82 persen dari jumlah wisman selama Januari sampai dengan November 2020,” .

Selain di Kepri, BPS juga mencatat tren kenaikan jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada November 2020 sebanyak 175.313 kunjungan. Jumlah ini naik 13,9 persen dibandingkan bulan Oktober yang mencapai 153.918 kunjungan.

“Secara bulanan kunjungan wisman ini menunjukkan tren yang positif,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto saat konferensi pers virtual, Senin (4/1/2020).

Mayoritas wisman yang masuk ke Indonesia pada November 2020 melewati jalur darat, yaitu sebanyak 88.576 kunjungan atau sekitar 50 persen dari total kunjungan. Sementara yang masuk melalui jalur udara sebanyak 43.394 kunjungan atau 25 persen dari total kunjungan. Sisanya, sebanyak 43.343 kunjungan atau 25 persen masuk melalui jalur laut.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman pada Janauari-November 2020 sebesar 3,89 juta kunjungan, turun 73,6% dari 14,73 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pelaku usaha sektor pariwisata dan perhotelan, berharap tahun 2021 ini kunjungan wisman kembali naik. “Perkiraan kami, kalau bicara wisman itu kita kemungkinan bisa mencapai di angka antara 13 juta sampai 14 juta. Kalau 2019 kan 16 juta (kunjungan),” ujar Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani.

Hariyadi mengatakan tingkat kunjungan wisman yang belum bisa melampaui tahun 2019 disebabkan karena sejumlah negara diperkirakan masih membatasi secara ketat warganya untuk bepergian ke negara lain pada tahun depan. Namun, proyeksi ini belum mempertimbangkan munculnya varian baru Covid-19 di sejumlah negara. Akibat adanya varian baru ini pada 1-14 Januari 2021, pemerintah Indonesia memutuskan melarang Warga Negara Asing masuk ke Indonesia. Langkah serupa juga dilakukan oleh sejumlah negara lainnya.

Di sisi lain, vaksinasi diperkirakan mulai dilakukan pada Januari 2021 ini. Pemerintah Indonesia yang sudah menerima 3 juta dosis vaksin, akan mulai vaksinasi tahap pertama pada pertengahan Januari ini. (wan)

Pos terkait