BEKASI (gokepri) — Jumlah korban tewas akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi 14 orang hingga Selasa (28/4/2026) pukul 08.45 WIB. Sebanyak 84 korban luka masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di kawasan Bekasi.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan angka terbaru itu berselang sekitar dua jam setelah data sebelumnya — pukul 06.30 WIB — mencatat tujuh orang meninggal. Seluruh korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut.
“Update pukul 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” kata Bobby dalam pernyataan resmi KAI, Selasa 28 April 2026.
Baca Juga: Kereta Listrik Gantikan Solar, Ini Jalur yang Jadi Prioritas
Kecelakaan terjadi Senin (27/4/2026) pukul 20.55 WIB, ketika KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban yang dirawat di RSUD Bekasi, Selasa pukul 08.39 WIB. Kunjungan berlangsung tertutup. Presiden datang didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kepala Sekretariat Pribadi Presiden Rizky Irmansyah. Di lokasi, Presiden disambut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Bobby Rasyidin.
Memasuki hari kedua, Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari menyatakan timnya terus mengoptimalkan seluruh personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan. Proses evakuasi memerlukan alat ekstrikasi khusus karena kondisi rangkaian mengalami kerusakan parah.

Sejak dini hari tim SAR mencatat sejumlah keberhasilan evakuasi. Pada pukul 02.42 WIB, satu korban meninggal ditemukan di dalam gerbong. Berturut-turut, korban selamat berhasil dikeluarkan: Nurul (26) pukul 04.17 WIB, Ata (30) pukul 05.49 WIB, Mia (26) pukul 06.25 WIB, Siti Fatonah (47) pukul 06.55 WIB, dan Endang Kuswati (40) pukul 07.25 WIB. Tiga korban sempat dilaporkan masih terperangkap di gerbong nomor delapan — gerbong khusus perempuan.
KAI memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka dan biaya pemakaman korban meninggal ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI. Barang-barang penumpang yang ditemukan di lokasi diamankan di layanan lost and found dan dikelola bersama kepolisian untuk mendukung proses identifikasi.
Para korban dirawat di sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Hermina Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat, RS Siloam Bekasi Timur, RS Primaya Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Bhakti Kartini, RS Mitra Plumbon Cibitung, dan RS Polri Kramat Jati.
Stasiun Bekasi Timur untuk sementara tidak melayani naik-turun penumpang. Perjalanan KRL dialihkan hingga Stasiun Bekasi, sementara jalur hilir telah dibuka untuk operasional terbatas. KAI menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Keluarga korban dapat menghubungi Contact Center KAI di nomor 121.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengerahkan tim investigasi ke lokasi sejak Senin malam. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyatakan Kementerian Perhubungan bersama KAI, Basarnas, dan seluruh pihak terkait terus menangani insiden secara intensif. ANTARA
Baca Juga: Thailand Bangun Jalur Kereta Api Rute Bangkok-Beijing
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









