BATAM (gokepri) – Batam mulai menuai dampak langsung dari derasnya arus investasi yang masuk ke kawasan industri. Sepanjang semester I 2026, realisasi investasi menyerap 40.943 tenaga kerja, didominasi pekerja Indonesia seiring sejumlah proyek yang memasuki tahap produksi.
Data Pemerintah Kota Batam menunjukkan penyerapan tenaga kerja meningkat sejalan dengan lonjakan nilai investasi. Dari proses itu, investasi yang sebelumnya berfokus pada pembangunan fasilitas kini mulai beralih ke aktivitas produksi yang membutuhkan lebih banyak pekerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan sebanyak 40.423 tenaga kerja Indonesia (TKI) terserap sepanjang enam bulan pertama 2026. Jumlah itu meningkat 32,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Rempang Eco-City Dituntut Buka Lapangan Kerja
Sementara itu, tenaga kerja asing (TKA) yang terserap mencapai 520 orang atau naik 29,35 persen. Dengan demikian, total tenaga kerja yang terserap dari realisasi investasi mencapai 40.943 orang atau tumbuh 32,16 persen secara tahunan.
“Selama enam bulan pertama tahun ini telah terserap 40.423 TKI,” kata Yudi Suprapto, Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Yudi, peningkatan penyerapan tenaga kerja menunjukkan investasi yang masuk ke Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi baru. Perusahaan yang sebelumnya membangun fasilitas kini memasuki fase operasional sehingga kebutuhan tenaga kerja meningkat.
Sebagai konsekuensinya, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan terus bertambah jika tren investasi tetap berlanjut. Pada semester I 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp29,89 triliun atau tumbuh 62,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menjembatani kebutuhan industri dengan pencari kerja, Dinas Tenaga Kerja Batam kembali menyiapkan bursa kerja pada akhir 2026.
Yudi mengatakan kegiatan serupa tahun lalu menyediakan sekitar 1.100 lowongan pekerjaan dengan lebih dari 200 jenis jabatan dari berbagai perusahaan di Batam.
Selain melalui bursa kerja, Disnaker juga memperluas akses informasi lowongan pekerjaan. Setiap informasi rekrutmen dari perusahaan disalurkan kepada Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah-sekolah dan dipublikasikan melalui media sosial resmi Disnaker Batam.
“Hampir setiap ada informasi lowongan kerja dari perusahaan langsung kami bagikan ke forum BKK se-Kota Batam,” ujar Yudi.
Langkah tersebut diharapkan mempercepat pertemuan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan pencari kerja lokal sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas.
Investasi Harus Berdampak
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan keberhasilan menarik investasi harus diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Menurut dia, kualitas sumber daya manusia Batam menjadi salah satu modal utama untuk menarik investasi berkelanjutan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam telah mencapai 83,8, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau dan masuk lima besar di Sumatera.
“Fokus kami bukan hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi memastikan investasi tersebut mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya saing daerah, dan menggerakkan perekonomian Batam secara berkelanjutan,” kata Amsakar.
Pemerintah Kota Batam optimistis tren investasi yang terus meningkat akan memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat industri dan investasi nasional. Sementara itu, pelaksanaan bursa kerja pada akhir tahun menjadi salah satu langkah untuk memastikan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi dari tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Tembus 2.500 Orang, Penempatan Pekerja Migran asal Kepri Terus Bertambah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









