Xpeng memperkenalkan SUV listrik baru. Teknologi AI menjadi pembeda utama.
SINGAPURA (gokepri) — Xpeng menghadirkan cara baru menjual mobil listrik. Jika sebagian besar produsen masih mengandalkan jarak tempuh dan performa, L03 justru menempatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai nilai jual utamanya.
SUV coupe listrik itu diluncurkan secara global dari Munich, Jerman, pada Rabu (16/7/2026), lalu disiarkan ke 65 negara. Model ini diposisikan sebagai pintu masuk menuju lini kendaraan listrik Xpeng yang lebih luas, tetapi tetap membawa sebagian teknologi yang selama ini hanya tersedia pada model unggulannya.
Baca Juga: Mobil Listrik Xpeng G6 Ramaikan Pasar Indonesia
Pilihan tersebut menunjukkan perubahan arah persaingan kendaraan listrik. Baterai dan motor listrik kini semakin mudah disamai antarmerek. Yang mulai membedakan sebuah mobil justru perangkat lunak, kemampuan komputasi, dan pengalaman digital yang dirasakan pengemudi.
AI menjadi “otak” kendaraan
Keunggulan terbesar L03 berada pada sistem komputasinya. Xpeng tidak sekadar menambahkan fitur bantuan mengemudi, melainkan membangun kendaraan dengan kemampuan memproses data dalam jumlah besar secara real time.
Varian Ultra menggunakan tiga cip AI Turing buatan Xpeng dengan kemampuan komputasi mencapai 2.250 TOPS (tera operations per second). Xpeng diperkirakan menghadirkan versi satu cip dengan kemampuan 750 TOPS.
Kemampuan komputasi sebesar itu diperlukan agar mobil dapat mengolah informasi dari kamera dan berbagai sensor secara bersamaan. Semakin cepat data diproses, semakin cepat pula kendaraan mengenali kondisi jalan dan membantu pengemudi mengambil keputusan.
Teknologi tersebut dipadukan dengan Vision-Language Architecture (VLA) 2.0, model AI yang dikembangkan Xpeng agar kendaraan mampu memahami situasi lalu lintas secara lebih utuh. Sistem tidak hanya mengenali kendaraan atau pejalan kaki, tetapi juga membaca hubungan antarkondisi di sekitarnya untuk mendukung navigasi.
Kemampuan seperti itu akan lebih terasa manfaatnya di kota dengan lalu lintas padat. Jalan masuk jalan tol yang pendek, parkir bertingkat, hingga kondisi lalu lintas yang kerap berhenti dan bergerak menjadi tantangan yang membutuhkan respons cepat dari sistem bantuan mengemudi.
“Kami percaya tingkat teknologi AI pada kendaraan akan menjadi pengubah masa depan mobilitas,” ujar Chairman dan Chief Executive Officer Xpeng He Xiaopeng.
Menurut He, Xpeng ingin membangun perusahaan berbasis Physical AI, yaitu kecerdasan buatan yang diterapkan pada aktivitas nyata, termasuk berkendara. Tujuannya menghadirkan teknologi yang dapat dinikmati lebih banyak orang, bukan hanya konsumen kendaraan premium.
Google Maps menyatu dengan mobil

Keunggulan lain L03 tidak terlihat dari luar. Mobil ini menjadi model pertama Xpeng di Asia-Pasifik yang mengintegrasikan Google Maps langsung ke sistem kendaraan melalui Google Maps Auto Software Development Kit (SDK).
Artinya, pengemudi tidak lagi bergantung pada telepon seluler untuk bernavigasi. Informasi lalu lintas, lokasi pengisian daya baterai, hingga pencarian tujuan tersedia langsung pada sistem operasi mobil.
Fitur ini berpotensi memberi pengalaman berkendara yang lebih praktis. Pengemudi tidak perlu berpindah-pindah aplikasi karena navigasi sudah menjadi bagian dari kendaraan.
Seluruh informasi ditampilkan melalui layar sentuh 15,6 inci beresolusi 2,5K dan head-up display berukuran 26,8 inci yang memproyeksikan informasi penting ke area pandang pengemudi.
Sekilas L03 tampil seperti SUV coupe modern. Namun, sebagian elemen desainnya sebenarnya dibuat untuk meningkatkan efisiensi.
Mobil sepanjang 4,65 meter, lebar 1,92 meter, dan tinggi 1,60 meter ini menggunakan bahasa desain Vital Flow yang dikembangkan di bawah arahan JuanMa Lopez, mantan Kepala Desain Eksterior Ferrari.
Siluet fastback, pintu tanpa bingkai, gagang pintu semi-tersembunyi, hingga lampu LED “Starship” 400 beam memberi kesan premium. Pada saat yang sama, bentuk bodi menghasilkan koefisien hambatan udara 0,228.
Xpeng mengklaim rancangan aerodinamis tersebut mampu menambah jarak tempuh hingga 47,5 kilometer dibanding desain yang kurang efisien. Dengan kata lain, desain tidak hanya mengejar penampilan, tetapi juga membantu menghemat energi.
L03 juga tidak mengabaikan fungsi sebagai kendaraan keluarga.
Kabin dilengkapi 16 fitur kenyamanan, termasuk ventilasi dan pijat 14 titik pada kursi depan. Material pelapis lembut, langit-langit berbahan beludru, serta penutup speaker berbahan logam memperkuat kesan premium.
Sistem audio menggunakan amplifier 1.000 watt dengan 20 speaker. Xpeng juga mengklaim kebisingan jalan berkurang 50 persen dibanding model sebelumnya, sedangkan tingkat kebisingan di dalam kabin turun hingga 10 desibel.
Kepraktisan menjadi nilai tambah lain. L03 menyediakan 37 ruang penyimpanan, laci 10 liter di bawah bangku belakang, bagasi belakang 539 liter, serta bagasi depan 102 liter.
Kabin juga dilengkapi delapan titik magnet dan lima dudukan aksesori berulir seperempat inci yang memungkinkan pengguna memasang kamera, tablet, atau perlengkapan lain sesuai kebutuhan.
Tetap mengandalkan performa

Meski fokus pada teknologi digital, performa L03 tetap kompetitif.
Mobil listrik ini menawarkan jarak tempuh hingga 520 kilometer berdasarkan standar WLTP. Varian penggerak roda belakang mampu melesat dari nol hingga 100 kilometer per jam dalam 6,6 detik.
Pengisian cepat dari kapasitas baterai 10 persen menjadi 80 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 20 menit.
L03 juga dibekali Blowout Stability Control, Driver Incapacitation Assist, 17 fitur keselamatan aktif, serta Reverse Trace Assist yang membantu kendaraan mundur mengikuti jalur yang baru dilalui ketika keluar dari ruang parkir sempit. Sebagian kemampuan tersebut akan ditambahkan melalui pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA).
Persaingan bergeser
L03 akan berhadapan dengan pemain yang sudah lebih dulu dikenal, seperti BYD Atto 3 dan Volkswagen ID.4. Namun, Xpeng tampaknya tidak ingin bersaing hanya lewat harga atau kapasitas baterai.
Lewat L03, perusahaan mencoba menunjukkan bahwa masa depan kendaraan listrik tidak lagi ditentukan semata oleh seberapa jauh mobil dapat melaju dalam sekali pengisian daya. Yang semakin menentukan adalah seberapa cerdas mobil membantu pengemudi menghadapi situasi di jalan.
Jika strategi itu diterima pasar, L03 bukan hanya menjadi model baru bagi Xpeng. Mobil ini juga mencerminkan arah baru industri otomotif, ketika kecerdasan buatan mulai menjadi ukuran utama inovasi sebuah kendaraan, berdampingan dengan motor listrik dan baterainya.
Baca Juga: Perang Diskon Mobil Cina di Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








