Pameran otomotif mempercepat keputusan pembelian. Daya beli tetap menjadi penentu pasar.
JAKARTA (gokepri) – Pameran otomotif belum mampu menciptakan permintaan baru di pasar kendaraan nasional. Ajang tersebut lebih berperan mempercepat keputusan konsumen yang memang telah berniat membeli kendaraan.
Penilaian itu muncul menjelang pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Di tengah tekanan daya beli masyarakat dan persaingan antarmerek, efektivitas pameran dinilai tetap bergantung pada kondisi ekonomi.
Baca Juga: GIIAS 2025: Mobil Listrik Kia EV4 Meluncur Perdana di Indonesia
Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan pameran masih menjadi kanal pemasaran yang penting bagi agen pemegang merek. Namun, kontribusinya terhadap penjualan nasional tidak sebesar yang sering terlihat dari capaian selama penyelenggaraan pameran.
“Pameran penting, tetapi bukan penentu utama penjualan kendaraan nasional,” kata Yannes, Rabu, 29 Juli 2026.
Pameran otomotif selama ini menjadi ruang bagi produsen memperkenalkan teknologi dan produk baru sekaligus memperkuat kesadaran merek. GIIAS, misalnya, konsisten menjadi pameran otomotif terbesar di Indonesia karena diikuti hampir seluruh agen pemegang merek dan berlangsung di Jabodetabek, pasar otomotif terbesar sekaligus pusat pertumbuhan kendaraan listrik.
Namun, analisis tren beberapa tahun terakhir menunjukkan kontribusi GIIAS terhadap penjualan nasional masih terbatas. Tahun lalu kontribusinya diperkirakan sekitar 5 persen, naik tipis dari sekitar 4 persen pada 2024 dan 3 persen pada 2023.
Menurut Yannes, kontribusi tersebut berpeluang bertahan atau sedikit meningkat apabila kondisi pasar membaik pada 2026.
SPK Belum Tentu Berujung Penjualan
Keberhasilan pameran sering diukur melalui jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Namun, Yannes mengingatkan angka tersebut tidak sama dengan penjualan yang benar-benar tercatat dalam distribusi kendaraan nasional.
SPK masih dapat berubah karena konsumen membatalkan pesanan, mengganti tipe kendaraan, atau menunda pembelian akibat kendala pembiayaan. Karena itu, capaian selama pameran lebih tepat dibaca sebagai indikator optimisme pasar dibandingkan gambaran penjualan riil.
“SPK bukan representasi langsung penjualan nasional,” ujarnya.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil domestik selama semester pertama 2026 mencapai 436.564 unit. Angka itu meningkat sekitar 15,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, menandakan permintaan pasar mulai pulih setelah mengalami tekanan pada tahun sebelumnya.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menilai capaian tersebut menjadi modal positif menjelang GIIAS yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
“Capaian ini menjadi bekal keyakinan kami,” kata Putu Juli.
Menurut Yannes, keunggulan utama pameran terletak pada kemudahan yang diperoleh calon pembeli. Dalam satu lokasi, mereka dapat membandingkan berbagai merek, mencoba kendaraan melalui sesi test drive, hingga memperoleh simulasi pembiayaan dari sejumlah perusahaan pembiayaan.
Pendekatan itu juga semakin penting bagi pasar kendaraan listrik. Banyak calon pembeli masih mencari kepastian mengenai jarak tempuh, pengisian daya, biaya kepemilikan, usia baterai, dan layanan purnajual sebelum mengambil keputusan.
Namun, efektivitas pameran tetap dipengaruhi kondisi ekonomi. Ketika daya beli melemah, bunga kredit tinggi, atau akses pembiayaan lebih ketat, pameran hanya mempercepat transaksi dari konsumen yang memang siap membeli.
Sebaliknya, ketika ekonomi membaik dan pembiayaan lebih mudah diperoleh, jumlah calon pembeli yang serius meningkat sehingga dampak pameran terhadap penjualan menjadi lebih besar.
Karena itu, Yannes menilai target penjualan nasional satu juta unit per tahun hanya dapat dicapai jika pameran didukung fondasi ekonomi yang kuat, pembiayaan yang terjangkau, serta kepastian kebijakan.
“Kunci penjualan ada pada fondasi ekonomi makro dan keterjangkauan,” kata Yannes.
Pameran otomotif, menurut dia, akan tetap menjadi etalase teknologi sekaligus ruang edukasi konsumen. Namun, keberhasilannya dalam mendongkrak penjualan tetap bergantung pada daya beli masyarakat dan iklim ekonomi nasional. ANTARA
Baca Juga: VW ID. Buzz Diluncurkan di GIIAS 2024, Harga OTR Rp1,3 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









