Toyota melihat pasar LCGC masih terbuka. Pemulihan bergantung pada daya beli.
JAKARTA (gokepri) – Pelemahan daya beli kelas menengah dinilai menahan penjualan mobil murah ramah lingkungan atau LCGC. Toyota menyebut pemulihan segmen ini bergantung pada kembali tumbuhnya pembeli mobil pertama.
PT Toyota Astra Motor (TAM) menilai prospek pasar Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia masih menjanjikan. Namun, pertumbuhan penjualannya baru akan menguat ketika kondisi ekonomi mampu memulihkan daya beli kelompok kelas menengah.
Baca Juga: Omoda O4 Jadikan AI sebagai Pembeda Mobil Listrik
Vice President Director PT Toyota Astra Motor Jap Ernando Demily mengatakan mayoritas pembeli LCGC merupakan konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil. Karena itu, tekanan terhadap kelas menengah langsung memengaruhi permintaan di segmen tersebut.
“Orang yang mampu beli mobil selama ini adalah yang middle class. Jadi pada saat middle class-nya tertekan maka first time buyer-nya juga akan tertekan,” kata Jap dalam Media Brief GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Menurut Jap, penurunan penjualan LCGC tidak berkaitan dengan semakin banyaknya pilihan mobil listrik berharga terjangkau. Struktur permintaan kedua segmen tersebut berbeda.
Ia menjelaskan pembeli kendaraan listrik umumnya bukan berasal dari kelompok pembeli mobil pertama. Sementara pasar LCGC selama ini bertumpu pada konsumen yang baru memasuki pasar otomotif.
“Kalau yang di EV profil customernya sudah berbeda. Berbeda dengan LCGC yang kebanyakan first time buyer,” ujarnya.
Karena itu, Toyota meyakini pemulihan penjualan LCGC lebih ditentukan oleh membaiknya kondisi ekonomi dibanding perubahan tren kendaraan listrik.
Menunggu Daya Beli Pulih
Toyota berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali berada pada kisaran 5 hingga 6 persen dengan distribusi pendapatan yang lebih merata. Kondisi tersebut dinilai akan memperbesar kembali jumlah masyarakat kelas menengah yang menjadi pasar utama mobil murah.
Selain itu, perusahaan melihat peluang pertumbuhan industri otomotif nasional masih terbuka karena rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan banyak negara.
“Jadi kalau ditanya kenapa turun? Ya karena middle class-nya turun,” kata Jap.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan Toyota Calya 1.2 E menjadi mobil LCGC terlaris pada Juni 2026 dengan penjualan 2.429 unit. Posisi berikutnya ditempati Honda Brio Satya E yang mencatat penjualan 1.009 unit pada periode yang sama.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi pelaku industri untuk tetap mempertahankan pasar LCGC sambil menunggu pemulihan daya beli masyarakat yang selama ini menjadi penopang utama penjualan mobil pertama. BLOOMBERG TECHNOZ
Baca Juga: Mengapa Pameran Otomotif Tak Selalu Mendongkrak Penjualan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









