Oleh: Rifky Heri Oktavian, Mahasiswa Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas Padang
Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan aneka kue lezat yang tersaji di meja ruang tamu. Dari dulu hingga sekarang, kue lebaran buatan rumah tetap punya tempat spesial di hati banyak orang. Meskipun sekarang banyak kue dijual secara instan di supermarket atau marketplace, tetapi kehadiran kue homemade tetap membawa nuansa menjadi lebih hangat, lebih personal, dan penuh cerita.
Dari banyaknya orang yang menjual kue homemade, ada seorang ibu rumah tangga bernama Vrisca Anggelia berusia 32 tahun membuat usaha kue kering dari rumah.
Toko kue Vrisca tersebut Bernama “Puti Cookies” yang menjual berbagai jenis kue dimulai dari cookies, kue kering, hingga kacang-kacangan. Aroma mentega dan minyak selalu tercium yang menandakan bahwa ia sedang membuat kue untuk para pelanggannya.
Vrisca mengungkapkan bahwa ia memulai usaha ini berawal dari menyukai membuat kue hingga ia berpikiran untuk menjual kue tersebut di media sosial.
“Awalnya saya memang suka untuk membuat kue, tetapi karena adanya ingin mendapatkan uang tambahan membuat saya memberanikan diri untuk menjual kue buatan saya,” ucapnya.

Dalam proses awal pembangunan usaha ini, ia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam waktu pembuatan. Waktu pembuatan kue sendiri cukup krusial dikarenakan harus membagi waktu antara mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengurus anak, dan membuat kue. Tetapi karena ingin mendapatkan kepercayaan dari pelanggannya, Vrisca berusaha membuat kue hingga diterima oleh pelanggan.
Walaupun kue tersebut buatan rumah, Vrisca tetap memilih bahan berkualitas seperti menggunakan mentega merk Wijsman yang membuat rasa dari kue buatan Vrisca tidak kalah dengan buatan toko kue yang sudah mempunyai nama. Jika ingin membeli kue tersebut, pelanggan harus memesannya melalui whatsApp dan pelanggan bisa mengambil langsung ke rumah atau diantar langsung ke rumah.
Usaha dari Vrisca ini tidak luput dari bantuan dari suaminya, ia membantu mulai dari mempromosikan kue istrinya kepada teman kantornya, mengantar kue kepada pelanggan, hingga membantu Vrisca untuk membuat kue.

“Saya suka kue buatan istri saya, jadi saya ingin membantu apapun yang bisa saya lakukan,” ujar sang suami.
Titi, salah seorang pelanggan mengungkapkan kepuasannya terhadap rasa kue dan ketepatan waktu pengantarannya.
“Rasa kuenya sangat enak cocok dengan harganya, kemasannya bagus, dan pengantaran kuenya tepat sesuai dengan pesanan,” ungkapnya.
Puti Cookies menjadi salah satu bukti bahwa kreativitas dari dapur rumah bisa menjadi pilar ekonomi yang menjanjikan. Dengan penuh semangat, Vrisca berharap bisnis kecilnya ini bisa dikenal bukan hanya di masyarakat sekitar, tetapi hingga seluruh Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. *









