Tim SAR Hentikan Pencarian Jatuhnya Sriwijaya SJ-182

Konferensi Pers terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air
Konferensi Pers terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Jakarta (gokepri.com) – Tim Gabungan resmi menghentikan operasi SAR (pencarian dan pertolongan) jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 (PK CLC) pada Kamis, 21 Januari 2021. Namun demikian Basarnas tetap memantau dan KNKT akan melanjutkan operasi pencarian kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR).

“Tim Gabungan sudah melakukan pencarian sejak mendapat informasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dinyatakan hilang kontak. Untuk tahap awal sudah dilakukan operasi selama 7 hari dan perpanjangan sebanyak 2 kali, masing-masing selama 3 hari. Dengan berbagai pertimbangan kami menutup operasi SAR hari ini,” jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Menhub mengatakan, untuk menghormati keluarga korban, akan dilakukan tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat di perairan Kepulauan Seribu pada hari ini. “Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan melayani keluarga korban dengan baik sampai seluruh proses selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan, akan tetap melanjutkan upaya pencarian kotak hitam CVR oleh KNKT. Penemuan CVR sangat penting untuk melengkapi hasil investigasi KNKT untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito mengatakan, pihaknya bersama unsur terkait telah berupaya maksimal melakukan pencarian dan pertolongan. Hingga Kamis kemarin, Tim SAR gabungan behasil menemukan dan mengevakuasi 325 kantong body part (bagian tubuh) korban. Kemudian serpihan kecil pesawat sebanyak 68 kantong dan serpihan besar badan pesawat 55 bagian.

Baca juga: 40 Korban Teridentifikasi, Sriwijaya Serahkan Santunan Rp1,5 Miliar

“Operasi akan dilanjutkan dengan monitoring/pemantauan secara aktif. Apabila di kemudian hari ada laporan dari masyarakat terkait penemuan korban, kami akan merespon untuk menindaklanjuti,” jelasnya.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan, KNKT akan tetap melanjutkan pencarian CVR dengan dukungan sejumlah unsur terkait. Antara lain TNI, Polri, Basarnas, Kemenhub, Relawan, dan unsur terkait lainnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan, pihaknya tetap mendukung penuh operasi KNKT. Dan akan melaporkan jika menemukan jenazah maupun serpihan pesawat.

Kepala Rumah Sakit RS Polri Rusdianto mengatakan telah berhasil mengidentifikasi 43 korban dan sudah menyerahkan 32 jenazah kepada keluarga korban. Kemudian, Jasa Raharja sudah memberikan santunan kepada 39 ahli waris dan Sriwijaya Air kepada 1 ahli waris. Akan menyusul 5 ahli waris yang akan segera menerima santunan dari Sriwijaya Air. (wan)

BAGIKAN