Teknik Pengelasan Menjanjikan di Dunia Kerja

Teknik Pengelasan
Didel Vianof Othman ST, Kajur Teknik Pengelasan SMKN 6 Batam. (Foto: Istimewa)

Batam (gokepri.com) – Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan telah mampu membentuk lulusan terampil, berpengetahuan dan berkarakter unggul sebagai calon tenaga di bidang perencana dan pelaksana Teknik Pengelasan, serta juru las yang handal dan bersertifikat.

Tidak heran bila jurusan Pengelasan ini di SMK setiap Pendaftaran Peserta Didik baru (PPDB) calon siswa yang mendaftar cukup membludak. Dan pamornya pun kini naik daun di antara teknik jurusan yang lainnya.

Seperti terjadi pada PPDB tahun kemarin di SMKN 6 Batam. Dari ribuan calon siswa mendaftar rata-rata lebih memilih jurusan pengelasan ketimbang jurusan lainnya. Hal ini terlihat dari semula sekolah hanya menerapkan kuota dua lokal jurusan pengelasan, malah bertambah menjadi tiga lokal. Itupun dengan jumlah siswa perkelasnya cukup padat hingga mencapi 40 siswaan.

Untuk jurusan pengelasan ini di kalangan lulusan SMP menjadi primadona karena hampir 100 persen lulusan terserap dunia kerja. Dipastikan siswa yang lulus dari jurusan tersebut ini sangat jarang yang menganggur.

Pamornya kian melambung tinggi, mana kala terdapat sejumlah siswa belum lulus sekolah sudah dikontrak oleh perusahaan asing ternama. Tentunya dengan upah tiga kali lipat dari UMK mencapai Rp12 juta hingga Rp15 jutaan.

Seperti prediksi Ketua Jurusan Teknik Pengelasan SMK Negeri 6 Batam, Didel Vianof Othman ST, bahwa calon siswa yang mendaftar pada jurusan teknik pengelasan pada PPDB mendatang akan membludak seperti tahun sebelumnya.

Namun sekolah hanya bisa menerapkan tiga lokal kelas.”Awalnya kuota Teknik Pengelasan ini hanya 2 lokal akhirnya menjadi 3 lokal. Begitupula arahan dari Disdik Kepri seperti PPDB kemarin perkelas itu harusnya dipola 36 siswaan. Dikarenakan yang mendaftar membludak maka perkelas diisi hingga 40 siswaa,” ucap Didel kemarin.

Dia menyebut teknik jurusan Pengelasan ini cukup diminati para calon siswa yang mendaftar, dikarenakan sangat menjanjikan untuk dunia kerja dengan kemampuan yang mumpuni.

“Tahun ini harusnya ada 7 perusahaan yang akan kerjasama dengan SMKN 6 Batam untuk bidang pengelasan ini, dikarenakan pandemi kami pending dulu. Namun sejauh ini kami sudah kerja sama juga dengan 20 perusahaan bidang pengelasan untuk prakerin siswa,” katanya.

Sementara lulusan dari jurusan teknik pengelasan ini, diklaim Didel, terserap dunia kerja mencapai 90 persen, dan yang 10 persen lain siswa melanjutkan kuliah dan wirausaha buka bengkel pengelasan sendiri.

“Di jurusan teknik pengelasan ini kita ada kelas khusus/industri kerjasama dengan PT SMOE, dan setiap tahun SMKN 6 Batam mendapat jatah 20 siswa yang prakerin dan diuji untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Meski demikian tes uji kemampuan disamakan dengan umum,” ucapnya.

Malah kata Didel, tahun ini SMKN 6 Batam telah mengembangkan sayap kerjasama dengan perusahaan perkapalan terbesar di Telaga Punggur. Bahkan 30 siswa yang direkomendasikan diperusahaan perkapalan tersebut.

“Sambutan perusahaan sangat membanggakan sekali, karena skiil pengelasan dimiliki siswa kita cukup mumpuni. Bahkan banyak perusahaan yang kekurangan tenaga pengelasan ini,” ucapnya lagi. (aat)

|Baca Juga: 6 SMK di Kepri Pilot Project SMK Pusat Keunggulan

BAGIKAN