NATUNA (gokepri.com) – Sumber air bersih di Serasan tidak tersedia setelah Gunung Jemenang di Pulau Serasan longsor pada Senin 6 Maret lalu. Warga pun membutuhkan persediaan air minum kemasan atau air bersih.
Nurul Aini, salah satu warga setempat yang mengungsi di SMPN 1 Serasan mengatakan warga memerlukan air mineral untuk minum, pasca longsor tak ada depot galon yang buka.
“Sebab sumber air atau sungai dalam keadaan kotor,” kata dia, Selasa 7 Maret 2023.
Selain itu warga juga membutuhkan bantuan logistik lainnya seperti peralatan tidur dan mandi.
“Kemudian selimut dan alat-alat mandi seperti sikat gigi, pasta, dan sabun, handuk, kami masih takut pulang ke rumah,” kata dia.
Nurul yang warga Kampung Air Sekain tersebut ikut mengungsi ke Kampung Pelimpak bersama ratusan warga lainnya karena khawatir ada longsor susulan.
Warga desa lain di wilayah lereng bukit di daerah itu juga mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman dari bencana susulan.
Hasil pantauan udara oleh Tim Tanggap Bencana Kabupaten Natuna pada Selasa pagi, terlihat beberapa sungai yang selama ini menjadi sumber air bersih di lereng gunung setempat tampak airnya berwarna kuning.
Longsor juga diketahui terjadi di beberapa tempat, di antaranya, bukit di sekitar Kampung Air Raya dan Air Sekaian, Kelurahan Serasan. Selain itu, terdapat longsor kecil di beberapa titik di lereng Gunung Kute, Desa Jermalik.
Selain air bersih, keperluan mandi dan selimut, Koordinator pengungsi di lingkungan SMA Negeri 1 Serasan Johan Wahyudi mengatakan warga di pengungsian membutuhkan bantuan makanan, obat-obatan, pakaian, popok untuk balita dan orang lanjut usia.
Selain itu juga butuh susu untuk balita, pembalut wanita, jas hujan, bahan bakar, alat komunikasi dan genset.
“Kami terisolir, tak bisa melintas dan tak berani melintas ke kecamatan. Akses jalan putus tertimbun tanah. Ini untungnya ada WiFi sekolah yang bisa berfungsi, bisa kirim kabar,” kata Johan.
Warga pun takut meninggalkan posko, terutama saat harus ke lokasi yang berdekatan dengan tebing.
Warga yang terdampak tanah longsor antara lain mengungsi di PLBN Serasan, Masjid Al Furqan, dan SMA Negeri 1 Serasan. Total pengungsi di berbagai lokasi sekitar 1.216 orang.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepri mengirimkan 200 paket logistik berisi peralatan mandi, peralatan makan, susu bubuk untuk balita, minyak goreng, gula, teh dan sarden.
Bantuan logistik juga dikerahkan oleh TNI AL dengan mengirimkannya melalui 2 kapal (KRI). Selain itu kapal cepat milik Pemkab Natuna juga datang untuk mengirimkan bantuan logistik, demikian juga Kapal Bahtera Nusantara 01 milik ASDP juga dikerahkan untuk kirim logistik pada Selasa 7 Maret 2023.
Jarak Pulau Serasan yang jauh dan kondisi laut Natuna yang sangat ekstrem membuat bantuan logistik membutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai di lokasi pengungsian.
Baca Juga: Pemprov Kepri Kirim 200 Paket Logistik Bantu Korban Longsor Natuna
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: Antara









