Sinyal Ansar Ahmad Menerima Ajakan Gerindra

ansar ahmad gerindra
Ansar Ahmad di Batam, 2 Agustus. FOTO: GOKEPRI/MUHAMMAD RAVI

BATAM (gokepri) – Ansar Ahmad diusung Partai Gerindra sebagai calon gubernur Kepulauan Riau berpasangan dengan Nyanyang Haris Pratamura. Gubernur petahana itu memberi sinyal menerima ajakan Gerindra.

“Kami tindak lanjuti segera. Kami (akan) komunikasi dengan partai-partai lain,” kata Ansar di Batam, pada Jumat 2 Agustus 2024.

Baca: Gerindra Usung Kader Sendiri di Pilgub Kepri, Nyanyang Berpasangan dengan Ansar Ahmad

HBRL

Ansar Ahmad menanggapi perihal surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP Gerindra yang menugasi Nyanyang Haris Pratamura menjadi pasangannya untuk maju di Pilkada Kepri. Sebagai bakal calon petahana, Ansar mengatakan akan segera melakukan konsolidasi dengan partai-partai lain untuk menghimpun dukungan.

Ansar juga menyampaikan Partai Golkar juga akan segera mengeluarkan surat rekomendasi untuknya maju dalam pemilihan gubernur Kepri dalam beberapa hari ke depan.

“Golkar beberapa hari ini, mudah-mudahan tanggal (8/8) keluar. Karena kan rekomendasi dikeluarkan pakai tahap-tahapan,” kata Ansar.

Ia juga mengungkapkan sudah berkomunikasi dengan Nyanyang untuk menindaklanjuti perihal surat rekomendasi yang telah diberikan itu.

“Sudah (komunikasi). Insyaallah maju,” singkat Ansar.

Diberitakan, Partai Gerindra membangun kekuatan untuk mengusung petahana Ansar Ahmad dan kader mereka sendiri, Nyanyang Harris Pratamura, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kepulauan Riau pada pilkada 2024.

DPP Gerindra sudah mengumumkan dukungan untuk dua nama itu berpasangan lewat surat rekomendasi. Surat rekomendasi terbit 1 Agustus 2024, ditandatangani Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani. Dukungan ini membuka peluang Gerindra membangun koalisi dengan Golkar.

Ketua DPC Gerindra Batam Nyanyang Haris Pratamura mengatakan akan menjalankan apa yang telah diperintahkan partai.

“Alhamdulillah kami dipercaya partai. Tentu ini amanah dan tugas dari partai dan kami harus siap serta bersungguh-sungguh menjalanakan amanah ini. Bersama- sama berjuang untuk kepentingan masyarakat,” kata dia.

Ia akan segera berkoordinasi di internal partai dan lintas partai untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Selain Golkar-Gerindra, Nyanyang mengaku direncanakan dalam waktu dekat sejumlah partai akan bergabung berkoalisi pada Pilkada Kepri yang dilaksanakan November 2024.

“Secara garis partai, kami siap bersama-sama berjuang dalam memenangkan pasangan Ansar Ahmad-Nyanyang. Insallah akan beberapa partai lagi yang akan berkoalisi,” kata dia.

Gerindra dan Golkar adalah peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi Kepri. Masing-masing memperoleh sembilan kursi. Sebenarnya, keduanya tak harus berkoalisi untuk mengusung calon karena memenuhi ambang batas pencalonan sembilan kursi.

Sokongan dari kedua partai itu sudah jauh lebih dari cukup bagi Ansar-Nyanyang untuk maju karena raihan kursinya sebanyak 18 kursi. Bahkan dukungan masih bisa menguat karena masih terbuka peluang bergabungnya sembilan partai lain yang belum menentukan dukungan resmi.

Gerindra menggeser PDIP yang selama dua periode menguasai kursi Ketua DPRD Kepri. Untuk rincian perolehan kursi, Gerindra 9 kursi, Golkar 9 kursi, NasDem 7 kursi, PKS 6 kursi, PDIP 4 kursi, Demokrat 3 kursi, PKB 2 kursi, PAN 2 kursi, PSI 1 kursi, Hanura 1 kursi dan Perindo 1 kursi.

Baca: Apa yang Bisa Kita Pahami dari Dinamika Pilkada Batam?

Nyanyang adalah anggota DPRD Kepulauan Riau. Ia juga menjabat Wakil Ketua Komisi III pada periode 2019-2024. Ia kembali terpilih pada pileg 2024 lewat dapil 4.

Sedang Ansar Ahmad adalah politisi senior Golkar dan gubernur petahana. Ia sudah menyatakan akan berlaga lagi di medan pemilihan 2024. Pada pemilihan 2020, ia berpasangan dengan Marlin Agustina. Ketika 2019, Pilgub Kepri ada tiga poros. Selain Ansar-Marlin, ada Isdianto-Suryani dan Surya Respationo-Iman Sutiawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait