BATAM (gokepri) – Langkah Amsakar Achmad menanggalkan kursi Ketua NasDem Kepri memicu riuh spekulasi. Di balik mundurnya sang tokoh, mencuat teka-teki arah politik baru.
Internal partai bergerak cepat meredam kabar miring. Pietra Machreza Paloh, nakhoda baru DPW NasDem Kepri, memastikan Amsakar tidak angkat kaki dari partai. Alih-alih pergi, Amsakar justru mendapat peran baru sebagai Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Kepri.
“Dia kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan,” tutur Pietra, Selasa (24/2). Menurutnya, posisi ini menempatkan Amsakar sebagai penasihat politik strategis di level provinsi.
Baca Juga: Setahun Amsakar–Li Claudia, Ekonomi Batam Menguat dan Investasi Capai Rp69,3 Triliun
Namun, kabar soal perpindahan partai belum sepenuhnya senyap. Pietra menanggapi rumor tersebut dengan santai. Baginya, riuh rendah soal Amsakar pindah partai hanyalah bagian dari bumbu politik yang sulit ditebak. “Soal spekulasi yang beredar, itu macam pasang taruhan. Kita tengok saja nanti,” ucapnya.
Pengamat politik Kepri, Rahmayandi Mulda, punya analisa lain. Ia melihat pergeseran posisi ini bukan sekadar rotasi biasa. Ada langkah taktis yang tengah dimainkan, entah oleh Amsakar sendiri maupun oleh mesin partai NasDem.
Rahmayandi menilai, pengunduran diri ini bisa menjadi cara Amsakar memacu mesin politiknya lebih kencang. Targetnya menyongsong pemilihan gubernur Kepri 2029. Dengan melepas beban administratif sebagai Ketua DPW, Amsakar punya ruang gerak lebih luas.
“Ini mencerminkan karakter politik yang bebas aktif,” kata Rahmayandi. Menurutnya, posisi baru ini membuat Amsakar minim tekanan internal partai. Alhasil, ia bisa lebih leluasa menunaikan tugas sebagai pejabat publik sekaligus merancang langkah politik mandiri.
Meski begitu, pintu perpindahan partai tetap terbuka sedikit. Rahmayandi tak menampik jika partai lain mulai pasang kuda-kuda untuk meminang Amsakar. Jika soliditas internal NasDem goyah, sosok dengan basis massa kuat seperti Amsakar akan tetap menarik bagi partai lain.
Salah satu yang santer disebut adalah Partai Gerindra. Dengan rekam jejak dan pengalaman Amsakar, partai besutan Prabowo Subianto itu punya alasan kuat untuk merapat. “Gerindra tentu punya ketertarikan besar untuk merangkul beliau,” ujar Rahmayandi.
Fokus Urus Batam
Diberitakan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad meletakkan jabatan Ketua NasDem Kepulauan Riau demi menuntaskan sengkarut banjir dan sampah. Fokusnya kini tersita sepenuhnya untuk membenahi “pekerjaan rumah” kota.
Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai NasDem Nomor 66-Kpts/DPP-NasDem/II/2026 yang terbit 18 Februari lalu. Ketua Umum Surya Paloh dan Sekjen Hermawi F. Taslim meneken langsung peralihan tongkat estafet kepemimpinan kepada Pietra Machreza Paloh. Dalam struktur baru periode 2026–2029 ini, Pietra didampingi Endang Dwi Socowati sebagai sekretaris dan Khazalik sebagai bendahara.
Langkah ini menyudahi peran ganda yang Amsakar jalani setahun terakhir. Ia mengaku energi dan waktunya habis terkuras untuk mengurusi Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. “Ruang untuk mengurus partai menjadi terbatas. Organisasi butuh konsentrasi penuh,” ujar Amsakar, Senin, 23 Februari 2026.
Persoalan fokus ini sebenarnya sudah ia sampaikan kepada pimpinan pusat sejak menerima mandat pertama kali. Setelah berdiskusi dengan Wakil Ketua Umum NasDem, ia sepakat menyerahkan kendali wilayah kepada kader yang punya waktu lebih longgar. Nama Pietra Paloh pun muncul sebagai suksesor.
Mundurnya Amsakar sempat memantik spekulasi politik di Kepulauan Riau. Banyak yang menduga ia tengah menyiapkan langkah pindah haluan ke partai lain. Namun, pria yang merintis karier dari birokrat ini menepis kabar tersebut. “Saya tidak meninggalkan NasDem, hanya tidak lagi menjabat ketua. Sampai hari ini saya tetap anggota,” tuturnya menegaskan posisi. Ia mengaku belum punya niat menyeberang ke partai mana pun.
Secara historis, kedekatan Amsakar dengan partai besutan Surya Paloh ini memang terhitung lama dan menjadi partai politik pertamanya. Ia memimpin DPD NasDem Batam sejak 2016, saat pertama kali maju sebagai wakil wali kota mendampingi Muhammad Rudi. Kariernya menanjak hingga memenangi Pilkada 2024 sebagai Wali Kota Batam bersama Li Claudia Chandra.
Baca Juga: Mundur dari Ketua NasDem Kepri, Amsakar Pilih Fokus ke Pemerintahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







