DILI (gokepri) — Singapura akan membuka sejumlah sektor pekerjaan bagi warga Timor-Leste mulai 2027. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi sekaligus membantu pengembangan sumber daya manusia negara anggota termuda ASEAN tersebut.
Akses kerja itu diumumkan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong saat kunjungan resmi ke Dili, Jumat (3/7/2026). Ini merupakan kunjungan pertama seorang perdana menteri Singapura ke Timor-Leste sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik.
“Ini akan membuka peluang baru bagi masyarakat Timor-Leste sekaligus memperkuat hubungan bisnis dan hubungan antarmasyarakat kedua negara,” ujar Wong dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Timor-Leste Xanana Gusmao.
Baca Juga: Kolaborasi Equinix-Cisco, Fondasi Baru Transformasi AI Singapura
Wong belum merinci sektor dan jenis pekerjaan yang akan dibuka. Namun, pemerintah Singapura menyatakan kebijakan itu mulai berlaku pada 2027.
Selain membuka akses tenaga kerja, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Menteri luar negeri kedua negara akan membentuk mekanisme konsultasi rutin untuk membahas isu bilateral, regional, dan internasional.
Singapura juga berkomitmen membantu Timor-Leste berperan lebih aktif di ASEAN setelah resmi menjadi anggota penuh organisasi itu pada 2025.
Menurut Wong, prioritas berikutnya ialah mempersiapkan Timor-Leste menjadi Ketua ASEAN pada 2029. Singapura akan memperluas paket Singapore Timor-Leste ASEAN Readiness Support (eSTARS) dengan tambahan pelatihan mengenai kepemimpinan ASEAN.
Pejabat Timor-Leste juga akan mendapat kesempatan mengikuti program magang bersama tim penyelenggara Keketuaan ASEAN Singapura pada 2027.
Di bidang ekonomi, Singapura masih menjadi salah satu investor terbesar di Timor-Leste. Perusahaan asal Singapura saat ini menjajaki investasi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan grosir hingga energi terbarukan.
Wong menilai investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Timor-Leste. Kerja sama ekonomi diharapkan mampu mendorong diversifikasi ekonomi sekaligus menciptakan pertumbuhan yang menguntungkan kedua negara.
Kerja sama juga diperluas ke sektor kesehatan. Kementerian Luar Negeri Singapura sebelumnya menyatakan National University Hospital dan Kementerian Kesehatan Timor-Leste berencana menandatangani nota kesepahaman pada Juli 2026 untuk pengembangan tenaga kesehatan dan peningkatan kapasitas kesehatan masyarakat.
Di bidang pendidikan, Singapura akan membantu pengembangan kapasitas kepala sekolah di Timor-Leste sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia.
Hubungan kedua negara terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Singapura membuka kedutaan besar tetap di Dili pada 2024 dan pada 2026 menempatkan duta besar residen pertamanya, Teo Lay Cheng. Langkah itu menandai komitmen Singapura mempererat kemitraan jangka panjang dengan Timor-Leste. CHANNEL NEWS ASIA
Baca Juga: Harbourfront Centre Singapura Tutup 27 Juli, Feri Rute Batam Pindah ke Terminal Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







