Siapa Calon Penerus Rudi

Pilkada Batam 2024
Resepsi pelantikan Wali Kota Muhammad Rudi dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Dataran Engku Putri pada 16 Maret 2021. (foto: Instagram/Marlin Agustina)

Dua tahun sebelum Pilkada Batam, tiga tokoh disebut-sebut punya magnet kuat maju dalam gelanggang pemilihan. Bagaimana peluang mereka di mata pengamat?

Penulis: EngestiBatam

Berjilbab ungu, baju terusan ungu dan rok batik putih kotak-kotak, Marlin Agustina menjadi inspektur upacara sebuah pernikahan Purna Praja IPDN di Tanjungpinang. Prosesi Pedang Pora ini diunggah ke Instagram @marlin_agustina1971 pada 12 Januari 2022. Video Reels-nya memakai lagu latar Beautiful in White yang dinyanyikan Shane Filan. Video Wakil Gubernur Kepri itu sudah ditonton 891 kali.

Akun Instagram Marlin terbilang aktif dengan pengikut 14,6 ribu akun dan 436 postingan per 30 Januari 2022. Pengikutnya bertambah 13 ribu dalam waktu satu tahun jika dihitung sejak masa Pilkada 2020. Unggahannya seputar keseharian Marlin sebagai Wakil Gubernur dan kadang sebagai Ketua Persatuan Istri Karyawan BP Batam atau PIKORI.

Marlin Agustina adalah satu dari tiga nama yang menjadi kandidat kuat wali kota Batam untuk pemilihan 2024. “Marlin didesak segera deklarasi (maju pemilihan sebagai calon wali kota Batam),” ujar sumber di lingkaran Marlin Agustina, pekan lalu. “Karena tahun ini (2022) sudah masuk tahun politik.”

Menurut sumber itu, ada tiga nama yang diperhitungkan partai pengusung Marlin yakni NasDem, untuk maju sebagai calon wali kota Batam 2024. Selain Marlin, dua nama lain adalah Amsakar Achmad dan Ria Saptarika. Tapi sumber itu enggan membuka lebih jauh dari mana nama-nama itu diperoleh.

Amsakar Achmad adalah Wakil Wali Kota Batam dua periode. Sebagai inkumben, ia punya magnet kuat di kalangan pemilih Batam. Apalagi ia adalah ketua partai, DPD NasDem Batam.

Amsakar kerap beberapa kali mendapat pertanyaan seputar Pilkada 2024. Yang terakhir saat 13 Januari 2022, meski ketika itu ia ditanya soal fotonya yang diframing sebagai calon wakil gubernur Kepri dengan Ansar Ahmad. “Saya sekarang fokus untuk kerja, cerita 2024 masih jauh,” kata dia di sebuah kedai kopi bilangan Batam Center. Saat itu Amsakar bersama Bupati Lingga Muhammad Nizar yang juga Ketua DPD NasDem Lingga.

Ketika pertengahan November 2021, Amsakar juga mendapat pertanyaan tentang langkah politiknya pada 2024, persisnya Pilkada Batam. Saat itu ia menjawab Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh tak terbiasa membeli kucing dalam karung. Semuanya harus jelas terukur.

Mantan Kadisperindag Batam itu mengarah tentang survei. Apabila berdasarkan survei masyarakat, ia ikut berkontestasi, maka Amsakar dengan senang hati kembali maju. “Tapi apabila lembaga survei menghasilkan kita harus beristihat, kita pun beristirahat,” kata dia.

Sebagai catatan, pada Pilkada Batam 2020, suara Amsakar bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebanyak 267 ribu. Selisihnya jauh dari pesaingnya waktu itu Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyid yang meraih 98 ribu suara.

Sedangkan Ria Saptarika adalah tokoh populer. Jika ukurannya suara ketika pemilihan, Ria punya magnet kuat di Kepri, bahkan Batam. Sekarang ia adalah anggota DPD RI daerah pemilihan Kepulauan Riau. Suaranya saat pemilihan anggota DPD RI pada 2020 paling banyak, 84 ribu suara atau 60 persen dari keseluruhan suara. Karier politiknya panjang dan punya jejak positif. Mulai dari angota DPRD Kepri pada 2006, Wakil Wali Kota Batam 2006-2011.

Sempat vakum selama 3 tahun, 2014 Ria maju lagi sebagai anggota DPD RI dan menjabat selama satu tahun sebelum mundur untuk maju dalam pertarungan Pilwako Batam. Pria 53 tahun ini gagal dalam pencalonan Wali Kota Batam pada 2015. Ia pun harus rela mengorbankan jabatannya di DPD RI.

Selain Marlin, Amsakar dan Ria, sebetulnya ada dua tokoh yang sudah deklarasi ke publik akan maju dalam gelanggang pemilihan wali kota Batam. Mereka adalah Muhammad Al Ichsan dan Irwansyah.

Peluang di Mata Pengamat

Dosen STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Zamzami A Karim mengatakan wajar-wajar saja jika nama-nama tersebut muncul. Sebab, kontestasi di Pilkada Batam menarik sebagai wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak.

“Wajar-wajar saja masa jabatannya enggak lama. Karena, mereka dilantik tahun 2020 jadi kerja paling efektif mereka hanya 2,5 tahun, selebihnya akan berjuang lagi merebut kekuasaan,” kata Zamzami pekan lalu.

Berdasarkan pandangannya, nama-nama yang paling berpeluang besar untuk maju ke Pilwako Batam adalah Amsakar Achmad, Ria Saptarika dan Irwansyah dibandingkan Marlin Agustina.

“Saya rasa Amsakar Achmad, Ria Saptarika dan Irwansyah. Kalau Marlin itu tidak mungkin untuk turun kasta karena sekarang sudah jadi Wakil Gubernur Kepri dan mencalonkan lagi jadi wali kota. Saya rasa itu tidak boleh. Karena untuk mencegah perputaran elite hanya keluarga-keluarga itu saja,” katanya.

Ketiga tokoh tersebut, menurut Zamzami mempunyai keunggulannya masing-masing dan berpeluang besar untuk menduduki tahta Batam satu.

Zamzami merinci keunggulan ketiga tokoh tersebut. Pertama, Amsakar Ahmad, yang menurutnya berpeluang besar untuk maju di Pilkada 2024. Karena, kedudukan Amsakar yang saat ini sangat strategis sebagai Wakil Wali Kota Batam.

“Kalau dilihat selama ini incumben (petahana) lebih dominan. Karena incumbennya (Muhammad Rudi) enggak ikut jadi wakil incumbennya yakni Amsakar. Jadi kemungkinan Amsakar punya peluang lebih besar. Rudi tidak mungkin mencalonkan jadi wali kota lagi,” jelasnya.

Dengan menduduki jabatan sebagai Wakil Wali Kota Batam, Amsakar lebih diuntungkan dari segi akses terhadap kebijakan, akses terhadap alokasi anggaran, akses terhadap birokrasi dan akses terhadap kepentingan-kepentingan lokal yang ada di daerah.

“Nah itu modal politik bisa tidak memanfaatkan kedudukan itu sebagai nilai tambah. Kalau Amsakar-kan otomatis bisa memanfaatkan itu,” katanya.

Irwansyah, menurut Zamzami, merupakan tokoh yang politik yang berambisi dan berpeluang bertarung pada pilkada 2024. Dengan latar belakangnya sebagai anggota DPRD dari partai PPP, menjadi modal bagi Irwansya. Apalagi, lanjutnya, Irwansyah belakang ini sering melakukan kegiatan-kegitaan kemasyarakatan yang intens. “Irwansyah ini calon kuat juga,” katanya.

Ketiga, Ria Saptarika. pria berdarah Melayu ini juga calon kuat sebagai wali Kota Batam di tahun 2024 sebab namanya yang sudah masyhur di masyakarat.

Menurut Zamzami, dengan latar belakangnya yang pernah sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2014 lalu dan menjadi Wakil Wali Kota pada zaman Ahmad Dahlan juga merupakan modal besar dirinya untuk bisa menang pada pilkada 2024.

“Dia (Ria Saptarika) pernah jadi Wakil Wali Kota. Kita juga belum tahu apakah dia secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota. Dulukan dia tidak didukung oleh PKS,” katanya. “Tapi Ria Saptarika itu mempunyai suara lebih banyak di kursi DPD RI itu juga modal,” tambahnya.

Menurut Zamzami, semua calon tersebut semuanya berpeluang untuk menduduki tahta Batam satu. Tergantung bagaimana ketiganya bisa mengkapitalisasi modal politik yang mereka punya. “Artinya mereka bisa memanfaatkan modal politik mereka untuk mendapatkan dukungan. Untuk peluangnya kita tidak bisa membacanya tanpa survei. Survei elektabilitas,” katanya.

Hal yang hampir serupa juga diungkapkan oleh akademisi, Robby Patria, yang juga mantan Ketua KPU Tanjungpinang.

Menurutnya, Pemilihan Wali Kota Batam merupakan hal yang menarik. Bahkan katanya, sejumlah figur-figur berkualitas juga muncul melakukan stretching guna bertarung memperebutkan Batam satu.

“Pilkada Batam itu memang yang paling ramai dibahas orang dari sopir taksi pedagang dan lainnya. (Mereka) menanyakan siapa pengganti wali kota di Batam,” katanya.

Berbeda dengan Zamzami, mantan ketua KPU Tanjungpinang ini mengatakan jika berbicara tentang pemilihan wali kota Batam ada dua calon kuat yang akan menduduki tahta Batam satu yakni Amsakar dan Marlin Agustina.

“Wali kota (Batam) sekarang-kan dari Nasdem. Tentu ada dua calon yang berpotensi yaitu Amsakar dan Wagub Kepri Marlin Agustina. Wagub itu masih boleh untuk mencalonkan menjadi Wali Kota,” katanya.

Dibandingkan dengan beberapa figur calon lainnya seperti Irwansyah dan Ria Saptarika, Robby menilai Amsakar dan Marlin dirasa paling kuat untuk bertarung memperebutkan Batam satu.

Ia merinci pertama untuk Amsakar Ahmad. Dari segi popularitas Amsakar diunggulkan lantaran statusnya yang sudah dua kali menjadi Wakil Wali Kota Batam ditambah dirinya Incumben (Petahana) yang mempunyai magnet yang kuat untuk menarik masa.

“Dia ini ngetop di tengah masyarakat karena dia dua periode menjadi Wakil Walikota dan pernah menjadi kepala dinas. Persoalannyakan Amsakar harus punya modal yang besar untuk menjadi wali kota Batam. Kalau mau lebih aman Amsakar bisa menjadi Wakil Gubernur karenakan keputusan dikeluarkan oleh gubernur,” kata dia.

Kedua Marlin Agustina. Menurut dia posisi Marlin strategis seperti suami Wali Kota Batam dan juga Wakil Gubernur Kepri. Ini akan menjadi modal besar baginya. Tergantung bagaimana modal politik nantinya yang keluar. Sebab, katanya popularitas saja tidak cukup tapi juga logistik kampanye untuk memperebutkan Batam satu.

“Popularitas Bu Marlin kan lebih baik sebab istri wali kota dan (menjabat) wakil gubernur. Secara logistik juga kuat karena suaminya kepala BP Batam dan juga nanti bisa nanti menjadi calon gubernur lagi karena-kan kampanyenya sejalan,” kata Robby. “Tentu Nasdem akan mempertimbangkan berdasarkan survei. Saya rasa karena partai itu secara nasional akan menentukan calon siapa yang akan mereka usung pasti mengacu kepada survei. Ya saya rasa NasDem akan mempertimbangkan dua kadernya ini. Kalau Amsakar tidak punya posisi lain lagi selain dia maju menjadi Wali Kota Batam atau wakil gubernur.”

Walau Robby tak bisa menampik bahwa figur calon lainnya juga mempunyai keunggulannya tersendiri. Namun, menurut dia perjuangan figur lainnya seperti Ria Saptarika dan Irwansyah akan sedikit lebih berat dibandingkan dengan dua figur partai Nasdem tersebut.

“Mereka akan berusaha. Ini kan sudah awal tahun. Maka dari sekarang mereka harus sering turun sering tampil di permukaan, di tengah-tengah masyarakat agar orang lebih familiar dengan sosok yang baru. Soalnya peta demografi penduduk Batam khususnya itu paling banyak pemilih milenial yang 17 tahun hingga 39 tahun ini hampir sebagian pemilih di Batam,” papar Robby.

Sebagai gambaran, dengan kapasitas Rudi sebagai Ketua DPW NasDem, maka sudah selayaknya ikut bertarung menjadi Gubernur Kepri. Jika melihat potensi tokoh yang memiliki popularitas tinggi, maka Rudi, yang saat ini menjabat Wali Kota Batam adalah lawan seimbang dari gubernur petahana Ansar Ahmad.

Rudi punya modal lebih karena lebih dari 15 tahun menjadi orang berpengaruh di Batam. Mulai menjadi anggota DPRD Batam, wakil wali kota bersama Ahmad Dahlan, kemudian wali kota Batam dua periode. Secara politik, jejak Rudi di Batam yang berhasil melakukan perubahan Kota Batam menjadi lebih baik sehingga dianggap punya kemampuan untuk maju dalam pemilihan gubernur Kepri 2024.

Dalam satu kesempatan, Muhammad Rudi, pernah melempar pernyataan bahwa ia memastikan penerusnya (wali kota Batam) kelak adalah sosok yang mampu melanjutkan visinya membangun Batam, harus kuat dalam pendirian, jernih dalam ucapan dan tegas dalam eksekusi.

Rudi mengisyaratkan jangan sampai muncul kekhawatiran pasca era kepemimpinannya, pembangunan Batam mengalami degradasi.

Siapa penerus Rudi?

***

|Baca Juga Liputan Khusus yang Lain:

BAGIKAN