Sering Disangka Asam Lambung, Kenali Tanda Limfoma

cara alami atasi maag
Ilustrasi. Foto: Freepik.com

Keluhan limfoma dapat menyerupai gangguan lambung. Benjolan menetap dan gejala sistemik menjadi tanda yang perlu diperiksa.

JAKARTA (gokepri) — Rasa tidak nyaman di dada atau perut tidak selalu berasal dari asam lambung. Pada sebagian kasus, keluhan serupa dapat muncul akibat limfoma, terutama ketika penyakit memengaruhi kelenjar getah bening di rongga dada atau perut.

Dokter spesialis penyakit dalam Ario Perbowo Putra mengatakan keluhan saja tidak selalu cukup untuk membedakan kedua kondisi tersebut. Pola munculnya gejala dan keluhan lain yang menyertainya dapat menjadi petunjuk bagi dokter untuk menentukan pemeriksaan berikutnya.

Baca Juga: Alarm Diabetes Anak di Kepulauan Riau

“Tidak selalu dapat dibedakan hanya berdasarkan keluhan, tetapi polanya dapat memberikan petunjuk,” kata Ario kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8/2026).

Pada penyakit refluks gastroesofagus atau GERD, keluhan umumnya berupa rasa panas dari ulu hati yang menjalar ke dada. Penderita juga dapat merasakan asam atau pahit naik ke mulut.

Keluhan tersebut kerap muncul atau memburuk setelah makan dalam porsi besar maupun ketika penderita segera berbaring. Perubahan pola makan, gaya hidup, dan obat untuk gangguan lambung dapat membantu meredakan gejala pada penderita GERD.

Namun, kondisi berbeda dapat terlihat pada limfoma. Kecurigaan terhadap penyakit ini meningkat ketika keluhan pencernaan atau dada disertai tanda lain yang tidak lazim untuk gangguan lambung.

Salah satunya adalah benjolan pada tubuh yang menetap atau terus membesar, terutama jika tidak terasa nyeri. Demam berulang tanpa penyebab yang jelas, keringat malam berlebihan, serta penurunan berat badan tanpa disengaja juga perlu diperhatikan.

Limfoma juga dapat menimbulkan sesak, batuk, cepat kenyang, atau nyeri yang semakin memburuk, bergantung pada lokasi dan ukuran pembesaran kelenjar atau jaringan yang terdampak.

Meski demikian, Ario mengingatkan bahwa gejala tersebut bukan berarti seseorang pasti menderita limfoma. Begitu pula keluhan yang tidak membaik setelah mengonsumsi obat lambung tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis.

Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan jika terdapat tanda yang menetap atau semakin memburuk.

“Bila ada benjolan yang menetap lebih dari sekitar 2-4 minggu, terus membesar, terasa keras atau melekat, disertai gejala sistemik, atau keluhan tidak membaik, pasien perlu diperiksa langsung,” ujarnya.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan menyesuaikannya dengan kondisi pasien. Pemeriksaan tambahan dapat mencakup darah lengkap, USG, foto toraks, atau CT scan sesuai indikasi.

Jika limfoma dicurigai, diagnosis umumnya memerlukan biopsi jaringan kelenjar yang kemudian diperiksa melalui patologi anatomi. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan jenis penyakit, bukan sekadar berdasarkan gejala yang dirasakan pasien.

Ada pula kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera. Sesak berat, kesulitan bernapas ketika berbaring, pembengkakan wajah atau leher, nyeri dada berat, serta penurunan kesadaran dapat menjadi tanda adanya gangguan serius di rongga dada.

“Sesak berat, sulit bernapas ketika berbaring, pembengkakan wajah atau leher, nyeri dada berat, atau penurunan kesadaran memerlukan pertolongan segera karena dapat menandakan penekanan struktur penting di rongga dada,” kata Ario.

Dengan demikian, keluhan yang menyerupai asam lambung tidak perlu langsung dianggap sebagai tanda kanker. Namun, jika keluhan menetap, semakin berat, atau muncul bersama benjolan dan gejala sistemik, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan untuk mencari penyebabnya. CNN

Baca Juga: Kisah Raisya, dari Kursi Roda hingga Pulih dari Kanker Darah di Malaysia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait