Ribuan Siswa Kepri Menanti Kursi Sekolah Negeri

SPMB batam 2025
Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, Andi Agung. GOKEPRI/Engesti Fedro

TANJUNGPINANG (gokepri) – Dinas Pendidikan Kepulauan Riau membuka pendaftaran gelombang kedua setelah 3.500 calon siswa tak tertampung.

Sebanyak 3.500 calon siswa SMA/SMK sederajat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk daftar tunggu dan belum tertampung di sekolah negeri. Mereka terkendala dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang baru saja berakhir.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung, menjelaskan bahwa ribuan siswa tersebut tidak lolos perangkingan atau terkendala masalah administrasi.

“Paling banyak di Kota Batam dan sebagian kecil di Kota Tanjungpinang,” kata Andi di Tanjungpinang, Kamis (3/7). Salah satu kendala administrasi yang sering ditemukan adalah domisili pada Kartu Keluarga (KK) yang belum genap setahun.

Untuk mengatasi persoalan daya tampung ini, Disdik Kepri membuka pendaftaran SPMB gelombang kedua secara offline pada 3-5 Juli 2025. Pendaftaran ini khusus mengakomodasi murid yang belum tertampung di Batam dan Tanjungpinang.

“Kalau dari 3.500 siswa ini ada yang ingin ke swasta, kami akan buka pendaftaran. Nanti akan ada SOP-nya, bisa mendaftar melalui posko atau langsung ke satuan pendidikan,” ujar Agung.

Andi Agung memastikan hanya Batam dan Tanjungpinang yang masih dibuka pendaftaran tambahan. Pasalnya, daya tampung di kedua kota ini belum sepenuhnya stabil. “Sementara yang lain sudah clear. Tapi di Batam, masih ada kelebihan pendaftar di beberapa SMA,” jelasnya.

Kendati demikian, Andi Agung menegaskan sekolah tidak bisa lagi menambah jumlah siswa secara sepihak. Data rombongan belajar (rombel) sudah dikunci oleh pusat melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Artinya, jumlah siswa per kelas tidak bisa ditambah sembarangan.

“Misalnya, kalau rombel SMA 1 Batam itu 28 rombel, maka tidak boleh ditambah. Kalau dipaksa tambah, nanti tidak keluar di Dapodik,” tegasnya.

Andi Agung menambahkan, total pendaftar SPMB 2025 di seluruh Kepri mencapai sekitar 37.000 siswa. Sekitar 35.000 di antaranya adalah lulusan SMP dan MTs, ditambah 2.000 siswa dari luar provinsi.

Tercatat, sebanyak 29.000 siswa mendaftar ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), sementara sekitar 7.000 siswa memilih sekolah swasta. Ada pula sebagian kecil siswa yang melanjutkan pendidikan ke luar daerah.

Secara umum, pelaksanaan SPMB 2025 di Kepri, yang dibuka sejak 30 Juni hingga 2 Juli 2025, berjalan lancar. Dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri, hanya Batam yang paling banyak mengalami kendala terkait daya tampung sekolah. “Tanjungpinang juga ada, tapi tidak banyak dan masih mudah diatasi,” kata Andi Agung. ANTARA

Baca Juga: Minat ke SMK Melonjak, Disdik Kepri Siapkan Alih Fungsi SMA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait