Dishub Batam Bangun Delapan Halte Baru, Anggaran Rp720 Juta

Trans Batam
Bus Trans Batam melayani penumpang di salah satu koridor utama di Batam. Pemerintah Kota Batam menambah 19 unit armada pada 2026 untuk mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. ANTARA

BATAM (gokepri) – Dinas Perhubungan Kota Batam membangun delapan halte baru untuk Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam pada 2026. Pembangunan fasilitas ini menggunakan dana APBD senilai Rp 90 juta untuk setiap lokasi.

Penempatan titik bangunan baru ini menyasar kawasan dengan volume pengguna angkutan yang tinggi. Alokasi pembiayaan konstruksi bersumber penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2026. Pemerintah daerah menetapkan pagu anggaran sekitar Rp 90 juta per unit halte.

Peta sebaran lokasi mencakup area Masjid Agung Batam, Simpang Batu Besar, depan Lanud TNI AU Batu Besar, Bundaran Base Camp, Kampung Tengah Batu Besar, dan kawasan Casablanca. Prioritas pengerjaan diarahkan ke titik yang terdampak proyek pelebaran jalan raya, seperti di depan Rumah Sakit Awal Bros.

Baca Juga: Atasi Macet di Batam, Amsakar Usulkan BRT dan LRT

“Tujuannya melengkapi fasilitas dan meningkatkan kenyamanan pengguna bus Trans Batam di titik-titik yang paling membutuhkan,” ujar Kepala UPT Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam Bambang Sucipto di Batam, Selasa (30/6/2026).

Bambang menambahkan target penyelesaian seluruh konstruksi fisik dijadwalkan rampung pada Oktober 2026. Meski demikian, titik koordinat pembangunan tetap dapat disesuaikan dengan kondisi ruang riil di lapangan.

Selain bersandar pada dana APBD, otoritas perhubungan daerah menyurati sejumlah perusahaan swasta di wilayah Batam. Langkah ini bertujuan mengajak pelaku industri berpartisipasi mempercepat pengadaan halte melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

Skema kerja sama tersebut mengacu pada realisasi pembangunan Halte K-Square yang dibiayai oleh pengelola pusat perbelanjaan setempat. Sementara pada 2025, kas daerah telah membiayai pengadaan 10 halte baru termasuk di area Politeknik Negeri Batam, Plamo Garden, dan Pandawa.

Pembenahan fasilitas angkutan komuter ini berjalan beriringan dengan pemasangan perangkat teknologi di dalam kabin Trans Batam. Setiap armada beroperasi menggunakan lima kamera pemantau (CCTV), soket pengisi daya gawai, pendingin ruangan, layar video informasi, serta GPS.

Masyarakat dapat melacak posisi koordinat dan estimasi waktu kedatangan bus melalui aplikasi seluler Sistem Informasi Penumpang Trans Batam (Sip TB). Sistem pelacakan digital ini terintegrasi langsung dengan seluruh armada yang beroperasi di koridor utama. ANTARA

Baca Juga: Trans Batam Mulai Layani Rute Bandara Hang Nadim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait