Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah, Bagaimana Nasib Porwil Sumatera?

Tuan rumah porwil sumatera 2027
Atlet Kepri dari cabor takraw siap bertanding di Porwil Sumatera XI 2023. Foto: Diskominfo Kepri.

KONI Pusat belum menerima surat resmi. Keputusan baru ditetapkan setelah rapat organisasi.

BATAM (gokepri) – Keputusan Kepulauan Riau mengundurkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Regional Sumatera 2027 membuka ketidakpastian penyelenggaraan ajang olahraga terbesar tingkat regional itu.

Hingga Kamis (25/6/2026), KONI Pusat belum menerima surat resmi pengunduran diri dari KONI Kepulauan Riau sehingga belum dapat menentukan langkah lanjutan.

Baca Juga: 

Ketidakpastian tersebut tidak hanya menyangkut lokasi penyelenggaraan Porwil. Pergantian tuan rumah juga berpotensi memengaruhi persiapan teknis, pembinaan atlet, hingga penyusunan agenda olahraga menuju Pekan Olahraga Nasional berikutnya.

Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tubagus Lukman Djajadikusuma mengatakan pihaknya baru mengetahui rencana tersebut melalui pemberitaan dan komunikasi informal. Karena belum menerima surat resmi, organisasi belum dapat mengambil keputusan.

“Belum kami terima surat resminya, kalau Kepri mengundurkan diri sebagai tuan rumah Porwil Wilayah Sumatera,” ujar Tubagus Lukman Djajadikusuma dikutip dari katasiber.id, Kamis (25/6/2026).

Lukman mengaku terkejut karena Kepulauan Riau sebelumnya telah ditetapkan sebagai penyelenggara Porwil Sumatera 2027. Menurut dia, perubahan itu baru akan dibahas setelah KONI Pusat menerima surat resmi dari KONI Kepri.

Ia menilai kondisi keuangan daerah memang sedang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Situasi tersebut berdampak pada sejumlah program pemerintah daerah, termasuk penyelenggaraan kejuaraan olahraga.

Apabila pengunduran diri resmi disampaikan, KONI Pusat akan menggelar rapat untuk menentukan daerah pengganti sebagai tuan rumah Porwil Sumatera 2027.

“Kami bawa rapat lagi nantinya untuk menentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah pengganti,” kata Lukman.

Lukman menyayangkan apabila Kepulauan Riau benar-benar melepaskan kesempatan menjadi tuan rumah. Menurut dia, daerah itu tengah mencatat pertumbuhan ekonomi yang baik sehingga memiliki modal untuk menggerakkan penyelenggaraan ajang olahraga berskala regional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan I 2026 menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung perputaran ekonomi yang biasanya muncul dari penyelenggaraan ajang olahraga, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro.

Sementara itu, Ketua KONI Kepulauan Riau Usep RS membenarkan surat pengunduran diri belum dikirim kepada KONI Pusat. Menurut dia, dokumen tersebut sedang disiapkan dan akan disampaikan dalam waktu dekat.

“Surat resminya hari ini akan kami kirim,” ujar Usep dikutip dari katasiber.id.

Mundur karena Tak Ada Anggaran

Provinsi Kepulauan Riau mengundurkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera XII Tahun 2027. Keputusan itu diambil setelah pemerintah daerah menilai kesiapan infrastruktur, sarana olahraga, dan kemampuan keuangan daerah belum memenuhi kebutuhan penyelenggaraan.

Pembatalan itu sekaligus mengakhiri persiapan Kepri sebagai tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tingkat Sumatera tersebut. Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur dan kemampuan pembiayaan belum memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pada 2027.

Baca Juga: PORWIL SUMATERA 2023: Harumkan Nama Kepri, Atlet Binaan Citramas Group Sumbang Medali Emas

Keputusan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Misni mengatakan pemerintah provinsi telah mengirim surat pemberitahuan pembatalan kepada KONI. Surat itu berisi pengembalian mandat tuan rumah yang sebelumnya diberikan kepada Kepri.

“Keputusan ini diambil setelah Pemprov Kepri melakukan kajian mendalam terhadap evaluasi kesiapan infrastruktur, sarana prasarana lokasi, serta kemampuan keuangan daerah pada APBD tahun anggaran 2027,” ujar Misni di Tanjungpinang, Kamis (25/6/2026).

Menurut Misni, pemerintah daerah ingin memastikan Porwil dapat berlangsung sesuai standar penyelenggaraan. Hasil kajian menunjukkan Kepri belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang dipersyaratkan pada waktu pelaksanaan.

Karena itu, pemerintah daerah mengembalikan mandat penyelenggaraan kepada KONI Sumatera melalui KONI Pusat. Langkah tersebut memberi ruang bagi daerah lain yang lebih siap untuk menjadi tuan rumah.

Misni mengakui keputusan itu berdampak pada persiapan Porwil yang sebelumnya telah dikoordinasikan bersama KONI se-Sumatera. Namun, pemerintah daerah menilai kesiapan penyelenggaraan harus menjadi pertimbangan utama.

“Kami siap berkoordinasi dan mendukung proses penunjukan tuan rumah Porwil Sumatera pengganti bersama KONI se-Sumatera,” kata Misni.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepulauan Riau Darson membenarkan pengunduran diri Kepri dari status tuan rumah Porwil Sumatera XII. Salah satu faktor yang memengaruhi keputusan itu ialah keterbatasan anggaran daerah.

Menurut Darson, kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada berbagai agenda olahraga, baik di daerah maupun tingkat nasional. Kondisi tersebut ikut memengaruhi kemampuan daerah dalam menyiapkan ajang olahraga berskala besar.

“Bahkan, di tingkat Kemenpora pun banyak kegiatan batal dampak efisiensi anggaran, seperti pelaksanaan pra-pekan olahraga pelajar nasional atau Prapopnas,” ujar Darson.

Porwil Sumatera merupakan ajang olahraga multicabang yang digelar setiap empat tahun. Kompetisi tersebut juga menjadi salah satu tahapan kualifikasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Karena itu, penyelenggaraan Porwil membutuhkan kesiapan arena pertandingan, fasilitas pendukung, akomodasi peserta, serta dukungan pembiayaan yang memadai. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kepri.

Dengan pengunduran diri itu, KONI akan menentukan daerah pengganti untuk menjadi tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepri menyatakan tetap mendukung proses penyelenggaraan Porwil dan pembinaan atlet daerah menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Kepri sebenarnya telah ditetapkan sebagai tuan rumah Porwil XII Sumatera sejak November 2023. Penetapan itu merupakan hasil rapat KONI se-Sumatera yang memilih Kepri setelah bersaing dengan Jambi. Saat itu, KONI Sumatera juga menyepakati penambahan cabang olahraga yang dipertandingkan menjadi 20 cabang.

Penunjukan itu sempat disambut optimistis oleh KONI Kepri. Ketua Umum KONI Kepri Usep RS saat itu menyatakan Porwil diharapkan menjadi momentum peningkatan prestasi olahraga daerah sekaligus memberi dampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Penunjukan tersebut kemudian diperkuat melalui serah terima bendera tuan rumah pada penutupan Porwil XI Sumatera di Riau pada November 2023. Kepri menerima mandat untuk menggelar ajang olahraga empat tahunan yang menjadi jalur kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sejak ditetapkan sebagai tuan rumah, kebutuhan pembangunan dan peningkatan venue olahraga, terutama stadion atletik dan kolam renang, telah menjadi perhatian utama. KONI Kepri sebelumnya menyebut kesiapan sarana dan prasarana menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dituntaskan sebelum 2027.

Pada Porwil Sumatera XI Tahun 2023 di Riau, Kepri menempati peringkat ketujuh dengan raihan sembilan medali emas, 11 perak, dan 17 perunggu. Capaian itu menjadi salah satu hasil terbaik Kepri sepanjang keikutsertaan pada Porwil Sumatera.

Baca Juga: 164 Atlet Kepri dari 10 Cabor Berlaga di Porwil Sumatera XI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait