Batam (Gokepri) – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyatakan penanganan aspek kesehatan dan penerapan protokol kesehatan selama pandemi menjadi kunci agar pemulihan ekonomi bisa terus berlanjut.
“Kalau pemerintah dan masyarakat sudah menyatu dan semua menerapkan protokol kesehatan, akan lebih mudah menangani Covid-19,” ujar Rudi saat silaturahmi bersama warga Kepri asal Kampar, Riau di Golden Prawn, Minggu (23/8/2020).
Rudi mengajak semua masyarakat Batam tidak abai protokol kesehatan. Hal tersebut sebagai upaya Batam menangani Covid-19 dan memulihkan ekonomi di wilayah tersebut.
Rudi mengatakan, penularan Covid-19 saat ini merupakan tansmisi lokal. Pasalnya, pemerintah sudah membatasi warga negara asing yang masuk ke Batam. Untuk itu, Rudi mengingatkan semua warga Batam untuk tidak lengah dan tidak abai dengan protokol kesehatan.
“Mari sama-sama kita mengendalikan Covid-19 ini, kita berharap hingga akhir tahun ini semua bisa teratasi,” ujarnya.
Lihat Juga: Ekonomi Kepri Triwulan Kedua Terjun Bebas, Terendah se-Sumatera
Sebelumnya, Batam sudah mampu mengendalikan Covid-19. Bahkan, jumlah pasien hampir semua sembuh. Namun, awal Agustus lalu, jumlah pasien kembali bertambah dan kembali membuat beberapa wilayah di Batam jadi zona merah.
“Kita patut waspada. Ini saya sebut sebagai gelombang kedua permasalahan Covid-19,” kata Rudi.
Ia menargetkan, akhir Desember atau awal Januari 2021, Batam sudah selesai dengan permasalahan Covid-19. Ia bertekad, Batam harus kembali bangkit dan ekonomi wilayah ini menggeliat lagi.
“Pemulihan ekonomi ini sudah kita mulai, penataan kota sudah dilaksanakan agar Batam hidup lagi, khususnya sektor pariwisata Batam,” kata dia.
Lihat Juga: PEMULIHAN EKONOMI: Kepri Perlu Sederet Strategi di Tengah Pandemi
Sebagai gambaran, ekonomi Kota Batam adalah penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri.
Sementara Ekonomi Kepri sepanjang triwulan II/2020 terjun bebas akibat wabah pandemi Covid-19 sampai menjadi yang terendah di seluruh Sumatera. Data terakhir BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Kepri terkontraksi 6,66 persen.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri yang dirilis Rabu (5/8/2020), seluruh komponen penyumbang pertumbuhan kompak terkontraksi.
Kontraksi tertinggi dialami sektor jasa sampai minus 96,11 persen dari komponen produksi. Sedang Komponen pengeluaran setali tiga uang. Belanja atau konsumsi pemerintah mengalami kontraksi tertinggi hingga minus 15,45 persen.
Indikator investasi dilihat dari komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto juga negatif dengan kontraksi 7 persen.
Pertumbuhan triwulan kedua ini juga terkontraksi sangat dalam dibanding periode yang sama tahun hingga minus 7,55 persen.
Adapun berdasarkan pertumbuhan kalender 2020, ekonomi Kepri masih juga minus 2,32 persen dibanding periode tahun lalu.
Dalam lingkup regional, PDRB Kepulauan Riau triwulan II-2020 memberikan kontribusi sebesar 7,43 persen terhadap PDRB Pulau Sumatera.
Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan II 2020 ini tercatat turun sebesar 6,66 persen (YoY), terendah di Sumatera. (Cg)
Editor: Candra









