BP Batam dinilai mampu mengoptimalkan PNBP. Dukungan DPR diarahkan untuk investasi dan infrastruktur 2027.
JAKARTA (gokepri) — Komisi VI DPR RI mengapresiasi kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam sepanjang 2025 hingga triwulan I 2026. Apresiasi itu terutama diberikan atas capaian investasi, tata kelola anggaran, dan kemampuan BP Batam mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI dan BP Batam di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Komisi VI juga menyatakan dukungan terhadap penguatan program strategis BP Batam melalui rekomposisi pagu anggaran Tahun Anggaran 2027.
Baca Juga: Prospek Cerah Investasi Pusat Data, Apa yang Dipersiapkan BP Batam?
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, tata kelola BP Batam di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menunjukkan capaian positif, khususnya dalam mendorong pertumbuhan investasi dan pembangunan ekonomi daerah.
Menurut Andre, keberhasilan BP Batam mengoptimalkan anggaran yang bersumber dari PNBP menjadi pencapaian penting. Pada tahun ini, BP Batam dinilai mampu mengandalkan pendapatan PNBP untuk mendukung pembangunan kawasan tanpa mengajukan tambahan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pengelolaan anggaran dan kinerja BP Batam saat ini patut mendapat apresiasi,” ujar Andre.

Ia menambahkan, kemampuan BP Batam memanfaatkan PNBP untuk pembangunan kawasan menunjukkan tata kelola yang baik. Komisi VI berharap Batam terus berkembang dan berkontribusi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam rapat yang sama, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi VI DPR RI selama satu tahun kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra.
Menurut Amsakar, sinergi antara BP Batam dan Komisi VI DPR RI menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif. Kondisi tersebut, menurut dia, turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan ekonomi yang kompetitif.
“Capaian investasi yang terus meningkat menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin meningkat,” kata Amsakar.
Ia menuturkan, peningkatan kepercayaan investor tersebut juga berkaitan dengan berbagai upaya pembenahan yang terus dijalankan BP Batam. Salah satunya melalui simplifikasi atau penyederhanaan proses perizinan guna meningkatkan kemudahan berusaha di Batam.
Selain memperbaiki layanan investasi, BP Batam terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar berjalan paralel dengan pengembangan kawasan ekonomi. Menurut Amsakar, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BP Batam telah mengusulkan penguatan program strategis Tahun Anggaran 2027 melalui rekomposisi pagu anggaran. Dukungan anggaran tersebut akan difokuskan untuk sejumlah program prioritas.
Program yang diusulkan meliputi pengembangan kawasan strategis, perluasan wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, penyelenggaraan Operator Investasi Pemerintah (OIP), peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan, bandara, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Amsakar mengatakan, seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan dunia usaha sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami juga akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pelayanan perizinan, serta memastikan seluruh program strategis berjalan seiring dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat,” ujar Amsakar.
Baca Juga: Jaga Daya Saing Investasi, BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







