TANJUNGPINANG (gokepri) – Dua daerah di Kepulauan Riau diperkirakan bakal muncul calon tunggal melawan kotak kosong dalam pentas pemilihan kepala daerah tahun ini. Selain di Batam, potensi kotak kosong muncul di Lingga.
Gaung kotak kosong cukup menyita perhatian setelah pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lingga Muhammad Nizar-Novrizal disebut-sebut telah berhasil memborong rekomendasi dari partai politik agar kandidat lain tak memiliki tumpangan perahu untuk ikut berlayar.
Baca: Strategi Borong Partai, Sinyal PDIP Melawan Arus
Duet bupati dan kepala dinas itu dikabarkan telah mengantongi surat rekomendasi dari NasDem (11 kursi), Demokrat (3 kursi), Golkar (4 kursi), Gerindra (1 kursi), PKB (1 kursi) dan PDIP (2 kursi).
Artinya, pasangan itu hampir pasti mengantongi 22 kursi dari total 25 kursi di DPRD Lingga. Perolehan ini jauh dari cukup untuk maju di Pilkada Lingga karena syarat minimal hanya lima kursi.
Sementara pasangan Alias Wello-Muhammad Ishak, sudah dikunci dan hanya berhasil memperoleh rekomendasi dari dua parpol, yaitu Perindo (2 kursi) dan PKS (1 kursi). Dengan demikian, Alias Wello – Muhammad Ishak masih butuh tambahan dua kursi untuk mencukupi koalisi untuk maju di Pilkada Lingga
Isu kotak kosong ini turut ditanggapi Alias Wello saat ditemui di sekretariat DPP Perindo di Jakarta, Kamis (1/8/2024). Awe, sapaan akrab Bupati Lingga masa bakti 2016-2021 ini, mengaku sedang berjuang walaupun dinamika politik di Lingga saat ini ia anggap tidak baik-baik saja.
“Kecenderungannya mereka mempersiapkan agenda pilkada melawan kotak kosong. Ini adalah suatu skenario pembodohan politik terhadap masyarakat,” kata mantan Ketua DPRD Lingga pertama, periode 2004-2009 ini.
Awe mengingatkan bahwa masyarakat Lingga, sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang politik dan mereka tahu bahwa memilih kotak kosong bukan pilihan yang baik.
Mantan Tenaga Ahli Bupati Lingga, Ady Indra Pawennari yang dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Awe yang dimintai tanggapannya, mengaku optimis pasangan Alias Wello-Muhammad Ishak bisa maju di Pilkada Lingga yang akan digelar 27 November 2024.
“Apa Anda masih ingat Pilkada Bintan 2020? Sehari sebelum batas akhir pendaftaran pasangan calon bupati dan Wakil Bupati ke KPU Bintan, Awe-Dalmasri berhasil mendapatkan dukungan dari PDIP 2 kursi untuk melengkapi kekurangan dukungan dari NasDem yang hanya memiliki 3 kursi. Ini kasusnya mirip sekali,” kata Ady.
Pria yang menjabat Ketua Umum Himpunan Penambang Kuarsa Indonesia (HIPKI) ini, juga mengaku tahu betul kemampuan Awe dalam melakukan negosiasi atau lobi-lobi politik tingkat tinggi.
“Kita lihat saja sampai batas akhir pendaftaran pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lingga. Ada kejutan politik apalagi yang akan disuguhkan Awe di Lingga? Makanya, saya tak pernah yakin Pilkada Lingga akan lawan kotak kosong,” ujar Ady yang juga menjabat Bendahara PWI Kepri ini.
Baca: Jalan Amsakar Menuju Batam Satu, Seberapa Besar Kansnya Terpilih?
Calon tunggal juga dperkirakan muncul di pilkada Batam. Calon tunggal mencuat karena satu bulan jelang pendaftaran, 11 dari 12 partai politik peraih kursi DPRD Batam sudah memberikan dukungan resmi untuk Amsakar-Li Claudia.
Hanya PDIP yang belum menentukan sikap setidaknya hingga 30 Juli. PDIP tak bisa lagi membangun koalisi untuk mengusung calon karena hanya punya tujuh kursi. Dengan akhirnya PKS mengekor koalisi gemuk pengusung Amsakar-Li, maka peluang ada lawan semakin tertutup.
Setelah diusung 11 partai, Amsakar-Li Claudia menjadi satu-satunya bakal calon walikota-wakil walikota yang telah memegang tiket menuju pilkada Batam satu bulan jelang pendaftaran yang dibuka pada 27 Agustus 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









