Penerbangan Batam-Jakarta Batal, Penumpang Dapat Kompensasi Sesuai Aturan Maskapai

Pjs. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Annang Setia Budhi mengatakan, ketentuan kompensasi bagi penumpang mengikuti kebijakan dan aturan yang ditetapkan masing-masing maskapai. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Penumpang penerbangan dari dan menuju Batam yang terdampak pembatalan akibat gangguan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tetap mendapatkan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku dari masing-masing maskapai.

Pjs. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Annang Setia Budhi mengatakan, ketentuan kompensasi bagi penumpang mengikuti kebijakan dan aturan yang ditetapkan masing-masing maskapai.

“Untuk kompensasi tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. Ketentuannya mengikuti maskapai dan ada di konter masing-masing,” kata Annang di Batam, Senin.

Ia mengatakan, pihak Bandara Hang Nadim terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan pelayanan terhadap penumpang tetap berjalan selama gangguan penerbangan.

Koordinasi juga dilakukan untuk melihat kemungkinan perubahan jadwal atau pengalihan penerbangan bagi penumpang yang terdampak. Namun, keputusan tersebut menjadi kewenangan maskapai dengan mempertimbangkan ketersediaan kursi dan kondisi operasional penerbangan.

“Kami dari bandara sudah berkoordinasi dengan airlines. Apakah schedule bisa diubah, itu kami serahkan ke maskapai. Ketersediaan seat menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Hingga pukul 11.30 WIB, sebanyak 19 penerbangan rute Batam-Jakarta dan Jakarta-Batam terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sebanyak sembilan penerbangan kedatangan dan 10 penerbangan keberangkatan dibatalkan dengan total 2.462 penumpang berdasarkan rencana penerbangan.

Pembatalan tersebut terjadi setelah operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. Bandara Cengkareng masih ditutup hingga sekitar pukul 18.00 WIB dan perkembangan selanjutnya masih menunggu evaluasi kondisi.

Annang mengatakan, kondisi tersebut masih bersifat tentatif sehingga pihaknya akan kembali memberikan pembaruan sebelum pukul 18.00 WIB.

“Prediksi kami sampai pukul 18.00 WIB. Selanjutnya belum tahu. Kami akan update sebelum jam 18.00 untuk dibuka atau tidak,” katanya.

Di tengah gangguan tersebut, pengelola Bandara Hang Nadim juga meningkatkan pelayanan kepada penumpang dengan menyediakan air minum gratis bagi mereka yang masih berada di area bandara, termasuk penumpang yang memilih melakukan pengembalian tiket.

Menurut Annang, pihak bandara juga telah mengatur antrean sejak pagi untuk menghindari kebingungan dan penumpukan penumpang.

“Yang ter-update tadi pagi, kami sudah memposisikan antrean jadi semua sudah tertata. Jadi masyarakat atau penumpang tidak bingung,” ujarnya.

Sebagian penumpang juga disebut mulai mencari alternatif perjalanan melalui kota lain, seperti Semarang dan Surabaya, untuk melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.

Sementara itu, penerbangan dari dan menuju sejumlah daerah lain masih berjalan sesuai jadwal. Hingga pembaruan pukul 11.30 WIB, terdapat 38 penerbangan yang tidak terdampak dengan 18 penerbangan telah terealisasi.

Rute Kuala Lumpur, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Padang, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Letung, dan Ranai masih beroperasi.

Untuk penerbangan umrah, Annang memastikan tidak mengalami gangguan karena menggunakan jalur penerbangan melalui Malaysia.

Secara keseluruhan, Bandara Hang Nadim pada Senin memiliki 57 rencana penerbangan dengan total 7.947 penumpang, terdiri atas 53 penerbangan domestik dan empat penerbangan internasional.

Adapun empat maskapai yang penerbangannya terdampak pada rute Batam-Jakarta yakni Super Air Jet sebanyak enam penerbangan, Citilink delapan penerbangan, Batik Air tiga penerbangan, dan Garuda Indonesia dua penerbangan.

Penulis: Engesti

Pos terkait