Pemko Optimis Pariwisata Batam Tetap Tumbuh di Tengah Gangguan Vulkanik

Kawasan lahan di Batam yang menjadi objek pengawasan pemanfaatan melalui sistem digital BP Batam.
Amsakar Achmad. (gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam tetap optimistis sektor pariwisata daerah itu tumbuh signifikan sepanjang 2026 meski sejumlah agenda wisata dan kegiatan berskala besar terdampak gangguan abu vulkanik.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, gangguan tersebut memang menyebabkan beberapa agenda harus dibatalkan. Namun, secara keseluruhan, berbagai kegiatan yang telah berlangsung sepanjang tahun menjadi dasar optimisme terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Batam.

“Meski ada beberapa agenda yang batal, dengan agenda-agenda yang saya sampaikan tadi, Insya Allah peta kunjungan kita sampai pertengahan tahun angkanya signifikan. Pasti signifikan,” kata Amsakar, Senin, 7 September 2026.

Ia menyebut sejumlah kegiatan besar yang telah digelar di Batam dan mendatangkan ribuan peserta. Di antaranya kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang dihadiri sekitar 1.500 hingga 2.000 peserta.

Kemudian, kegiatan Adeksi pada Februari di kawasan Planet serta pertemuan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Abdasi) yang juga diperkirakan dihadiri hingga 2.000 orang.

Batam juga menjadi lokasi malam apresiasi pemerintah daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Hotel Radisson.

Selain itu, Batam menjadi tuan rumah kejuaraan basket tiga lawan tiga bertaraf internasional, FIBA 3×3 Batam Championship, yang diikuti peserta dari sedikitnya 32 negara.

Kegiatan lainnya yakni rapat regional Forkopimda Sumatera yang menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan, Menko Polhukam, Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Dalam Negeri, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri lebih dari 1.000 peserta.

Menurut Amsakar, rangkaian kegiatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap pergerakan orang dan aktivitas ekonomi di Batam, khususnya sektor perhotelan, restoran, transportasi dan jasa pariwisata.

Kunjungan Wisman Tinggi

Amsakar juga menyoroti tingginya kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia ke Batam.

Menurut dia, salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan tersebut adalah adanya perbedaan nilai tukar mata uang yang membuat Batam menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan kedua negara.

Ia menyebut tingginya arus wisatawan terlihat terutama pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu.

“Laporan dari pihak pelabuhan, volume kedatangan wisatawan dari Singapura dan Malaysia, khususnya akhir pekan, sangat tinggi,” ujarnya.

Amsakar menilai kondisi tersebut menunjukkan posisi Batam sebagai salah satu dari 10 kota prioritas pariwisata yang ditetapkan pemerintah pusat mulai memberikan dampak.

Pertumbuhan aktivitas pariwisata tersebut, kata Amsakar, juga tercermin dari meningkatnya penerimaan pajak hotel dan restoran di Batam.

Ia memaparkan, pajak hotel pada semester I 2025 tercatat Rp76,3 miliar. Angka itu meningkat menjadi sekitar Rp87,3 miliar pada semester I 2026 atau bertambah sekitar Rp11 miliar.

Sementara penerimaan pajak restoran meningkat dari Rp88,9 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp108,9 miliar pada semester I 2026.

“Peningkatan pada pajak hotel dan restoran ini ada di kisaran 32,8 persen dan 22,5 persen. Ini mengindikasikan bagaimana arus kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara ke Batam bisa kita lihat dari kontribusinya terhadap pajak hotel dan restoran,” katanya.

Menurut Amsakar, peningkatan penerimaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas wisata tidak hanya berdampak pada jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Amsakar berharap, pertumbuhan sektor pariwisata dapat berjalan beriringan dengan perkembangan industri dan investasi pusat data yang tengah tumbuh di Batam.

Pertumbuhan berbagai sektor tersebut diharapkan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut angka kemiskinan di Batam saat ini telah mengalami penurunan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

“Alhamdulillah sangat membesarkan hati, dari 4,85 turun menjadi 3,81. Kemudian tingkat pengangguran terbuka kita, bilamana arus migrasi ini dapat dikendalikan, saya yakin juga akan turun signifikan,” kata Amsakar.

Dengan berbagai agenda berskala nasional dan internasional serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, Pemkot Batam optimistis sektor pariwisata tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah meski pada tahun ini menghadapi gangguan abu vulkanik.

Penulis : Engesti

 

 

 

Pos terkait