Rempang Eco-City Satu-satunya PSN di Batam

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menjelaskan kewajiban pelaporan progres pembangunan lahan melalui sistem digital LMS.
Amsakar Achmad. (gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad menyebut Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City merupakan satu-satunya proyek berstatus PSN yang berada di Kota Batam.

Amsakar mengatakan, keberadaan Rempang Eco-City sebagai PSN membuat pemerintah perlu memastikan kebijakan nasional tersebut tetap berjalan, namun pada saat yang sama kepentingan masyarakat lokal juga harus menjadi perhatian.

“Mengenai PSN, program yang di Batam itu cuma satu, Rempang Eco-City,” kata Amsakar.

Menurut dia, pemerintah saat ini tengah mengupayakan titik temu antara kepentingan pembangunan yang menjadi kebijakan nasional dengan aspirasi masyarakat di kawasan Rempang.

“Titik tengah inilah yang sekarang sedang kita ikhtiarkan,” ujarnya.

Amsakar menegaskan, pelaksanaan program tersebut terus diupayakan berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah juga berusaha mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal dalam setiap tahapan penanganannya.

Ia menyadari kebijakan pembangunan berskala besar seperti PSN Rempang Eco-City tidak selalu mendapat respons yang seragam dari masyarakat.

“Insya Allah semuanya sudah berjalan normatif sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan ekspektasi bahwa ada satu yang pro, ada satu yang kontra. Begitulah setiap kebijakan,” katanya.

Menurut Amsakar, perbedaan pandangan terhadap sebuah kebijakan merupakan hal yang wajar. Karena itu, pemerintah berupaya mencari jalan tengah agar agenda pembangunan nasional dapat berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat setempat.

“Yang paling penting bagaimana agar yang menjadi kebijakan nasional itu tetap terlaksana, seraya juga bagaimana mengakomodasi kepentingan masyarakat lokal kita,” ujarnya.

Ia menambahkan,BP Batam akan terus mengawal pelaksanaan PSN Rempang Eco-City dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku sekaligus mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Penulis: Engesti

Pos terkait