Kemajuan Batam dan Tantangan Menjaga Persaudaraan

Ribuan warga mengikuti Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 di Lapangan Indra Sakti, Batam, Sabtu malam.
Ribuan warga mengikuti Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 di Lapangan Indra Sakti, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Sabtu (5/9/2026) malam. Foto: Diskominfo Batam

BATAM (gokepri) – Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah terhubung, tetapi kemajuan Batam tetap membutuhkan hubungan sosial yang kuat. Pesan itu mengemuka di tengah ribuan warga yang berkumpul di Lapangan Indra Sakti, Belakang Padang, Sabtu (5/9/2026) malam.

Ribuan warga menghadiri Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lantunan shalawat menggema di kawasan yang berada di gugusan pulau terdepan Batam tersebut.

Kegiatan itu tidak sekadar menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga ruang untuk mengingat kembali arti kebersamaan ketika kehidupan masyarakat semakin dipengaruhi teknologi. Gagasan tersebut tercermin dari tema acara, “Mempererat Rasa Kasih Sayang dan Persaudaraan di Era Digitalisasi Menuju Batam Maju”.

Baca Juga: Imigrasi Belakang Padang Raih Dua Penghargaan dari Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai tema tersebut relevan dengan perubahan kehidupan masyarakat saat ini. Menurut dia, perkembangan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan kasih sayang dan persaudaraan. “Di tengah era digitalisasi, bagaimana kita tetap mempererat kasih sayang dan persaudaraan,” kata Amsakar.

Bagi Amsakar, ukuran kemajuan daerah tidak berhenti pada pembangunan fisik ataupun pertumbuhan ekonomi. Hubungan sosial yang terjaga juga menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di daerah yang terus berkembang seperti Batam.

Pesan itu kemudian dikaitkan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang menjadi inti peringatan Maulid. Amsakar mengingatkan masyarakat bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga melalui akhlak dan perilaku sehari-hari.

“Ketika kita memperbincangkan Rasulullah SAW, kita memperbincangkan sosok Al Amin, penutup para rasul dan suri teladan,” ujar Amsakar.

Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, kecintaan tersebut diharapkan membawa keberkahan dalam kehidupan masyarakat.

“Basahi lisan kita dengan senantiasa bershalawat kepada Rasulullah,” katanya.

Di Lapangan Indra Sakti, pesan itu berlangsung dalam suasana yang ramai dan khidmat. Warga mengikuti rangkaian acara, termasuk tausiah yang disampaikan penceramah Muhammad Aldiansyah atau Gus Aldi.

Belakang Padang Bershalawat Jilid 2 juga menjadi ruang perjumpaan warga dalam suasana yang berbeda dari keseharian mereka. Ribuan orang berkumpul dalam satu tempat untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang menggabungkan peringatan Maulid, tausiah, shalawat, dan apresiasi bagi peserta pawai.

Bagi Amsakar, kebersamaan semacam itu penting untuk terus dipelihara ketika Batam bergerak menuju masyarakat yang semakin terkoneksi secara digital. Kemajuan, menurut dia, seharusnya tetap bertumpu pada hubungan antarmanusia.

“Batam harus maju, tetapi kemajuan itu harus tetap dibangun dengan kebersamaan,” ujarnya.

Pesan tersebut juga menjadi bagian dari harapan Amsakar terhadap pembangunan Batam. Ia berharap semangat persaudaraan yang tumbuh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada malam peringatan Maulid, tetapi terus hadir dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian acara ditutup dengan pemberian hadiah kepada Masjid Nurul Huda sebagai juara pertama Pawai Belakang Padang Bershalawat Jilid 2. Penghargaan itu menjadi apresiasi bagi warga yang turut menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut.

Di tengah lantunan shalawat yang masih menggema, pesan tentang kemajuan Batam kembali ditempatkan pada hal yang lebih mendasar, bagaimana perubahan zaman tetap memberi ruang bagi kasih sayang dan persaudaraan.

Baca Juga:Lendot dan Gerak Baru Ekonomi Pesisir Belakang Padang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait