Pemko Batam Rancang APBD 2027 Rp4,86 Triliun

Rapat Paripurna Soal APBD di Batam. (foto: engesti/gokepri.com)

BATAM (gokepri.com) – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp4,86 triliun.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang APBD 2027 mengatakan, total pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp4,74 triliun, sedangkan belanja daerah sebesar Rp4,86 triliun.

“Pendapatan daerah Kota Batam Tahun Anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp4.743.801.102.200,” kata Amsakar dalam penyampaian Ranperda APBD 2027.

Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

PAD menjadi sumber pendapatan terbesar dengan rencana mencapai Rp3,02 triliun. Komponen PAD tersebut meliputi pajak daerah Rp2,43 triliun, retribusi daerah Rp346,04 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp12 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp233,86 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp1,72 triliun. Angka tersebut terdiri atas transfer dari pemerintah pusat Rp1,42 triliun dan transfer antar-daerah Rp304,07 miliar.

Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar Rp200 juta. Di sisi belanja, Pemkot Batam mengalokasikan Rp4,86 triliun. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan alokasi Rp3,68 triliun. Anggaran itu mencakup belanja pegawai Rp1,86 triliun, belanja barang dan jasa Rp1,60 triliun, belanja subsidi Rp5,12 miliar, belanja hibah Rp204,87 miliar, serta belanja bantuan sosial Rp19,2 miliar.

Sementara belanja modal direncanakan mencapai Rp1,16 triliun.

Anggaran belanja modal tersebut antara lain dialokasikan untuk peralatan dan mesin sebesar Rp185,50 miliar, gedung dan bangunan Rp419,27 miliar, serta jalan, jaringan dan irigasi sebesar Rp527,63 miliar.

Ads bp batam 2026 baru

Selain itu, Pemkot Batam mengalokasikan Rp25,96 miliar untuk belanja modal aset tetap lainnya.

“Belanja daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp4.859.801.102.200,” ujar Amsakar.

Pemkot Batam juga menyiapkan belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar untuk mengantisipasi kebutuhan yang bersifat mendesak dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Untuk menutup selisih antara pendapatan dan belanja daerah, pemerintah daerah merencanakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp116 miliar yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA).

Dengan struktur tersebut, total APBD Kota Batam 2027 direncanakan mencapai Rp4,86 triliun.

Amsakar mengatakan rancangan APBD tersebut masih akan dibahas bersama DPRD Kota Batam. Pemerintah daerah membuka ruang terhadap masukan dan penyempurnaan selama proses pembahasan.

Menurut dia, penyusunan APBD harus tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah, prioritas pembangunan serta kebutuhan masyarakat.

“Kami meyakini melalui semangat kebersamaan, komunikasi yang konstruktif dan sinergi antara pemerintah kota dan DPRD, pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap pembahasan tersebut menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas, efektif, efisien, transparan dan akuntabel serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Batam.

Penulis: Engesti

 

 

Pos terkait