Pajak Hiburan di Tanjungpinang Bakal Dipotong Jadi 20 Persen

Kampung ramadhan
Pj Wali Kota Tanjungpinang Hasan. Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka ruang untuk menurunkan tarif pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atau pajak hiburan menjadi 20 persen.

PJ Wali Kota Tanjungpinang Hasan mengatakan, pemerintah pusat memberikan diskresi kepada pemerintah daerah untuk menetapkan tarif pajak untuk barang dan jasa tertentu (PBJT) serta jasa hiburan di bawah 40-75 persen.

Namun, khusus Tanjungpinang akan diturunkan menjadi 20-25 persen. Menurut dia, tarif tersebut setara dengan yang berlaku di Bali dan Yogyakarta.

Baca Juga: Pajak Hiburan di Tanjungpinang Naik Jadi 40 Persen

“Kalau dari pelaku usaha maunya 15 persen. Tapi kan tidak bisa di Bali dan Yogyakarta 20-25 persen mungkin kita bisa terapkan itu,” kata dia, Senin 19 Februari 2024.

Meskipun begitu, pihaknya terus membuka kritik dan saran terhadap pelaku usaha sektor pajak hiburan atas wacana kenaikan pajak hiburan diangka 40-75 persen.

Namun Pemko Tanjungpinang masih melakukan kajian dan perhitungan atas potensi potensi pajak hiburan yang diterima daerah.

“Kewajiban kita secara regulasi sedang menyiapkan Perdanya ini, tapi pemerintah memberi ruang kepada kita yang daerah dapat memberikan diskresi terhadap kebutuan pajak itu,” katanya.

Hasan menegaskan, PBJT jasa hiburan akan ditanggung oleh konsumen bukan pelaku usaha. Sebab, jasa hiburan diskotik, pub, hiburan malam biasa di konsumsi oleh masyarakat menengah ke atas.

“Daerah Bali dan Jogja 20 – 25 persen mungkin kita bisa seperti itu tapi kita hitung dululah, yang lain sudah menerapkan kita belum masih sosialisasi. Kita masih kaji potensi terhadap penerimaan pajak daerah,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN