Megawati Bagikan Tips Sehat, Berkat Panganan Lokal

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo saat pembukaan Rakernas IV PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9/2023). Foto: ANTARA

Jakarta (gokepri.com) – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri bagikan tips sehat di usianya yang tak lagi muda. Salah satunya ternyata berkat panganan lokal.

Hal itu diungkapkannya saat penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu 1 Oktober 2023.

Ia mengatakan hamper setiap hari mengonsumsi panganan lokal berupa umbi-umbian, jagung, sukun dan pisang.

HBRL

Baca Juga: Harga Beras Naik, Mendagri Imbau Daerah Kampanyekan Gerakan Setop Boros Pangan

“Saya saja sebenarnya itu sudah hampir setiap hari sarapan umbi-umbian, jagung, sukun, pisang dan ternyata kan dengan umur saya yang seperti ini tetap masih sehat walafiat, semangat,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut mengonsumsi makanan yang sumbernya dari dalam negeri. Sejak Maret 2022 pemerintah juga telah mencanangkan gerkana 10 sumber pangan alternatif pendamping beras.

10 sumber pangan alternatif pendamping beras itu di antaranya pisang, talas, ubi,singkong, hanjeli, sukun, porang, jagung, sagu dan sorgum.

Kepada masyarakat terutama ibu-ibu Megawati juga meminta untuk menanyakan makanan apa saja yang sehat kepada ahli gizi.

“Ibu-ibu itu ‘mbok’ berpikiran yang cepat, langsung habis ini cari ahli gizi. Lalu, bagaimana sih makanan sehat, apa saja sih yang enak?” katanya.

Megawati sebelumnya pada Jumat 29 September dalam pidatonya menyampaikan keinginan agar Indonesia mewujudkan kedaulatan pangan agar lidah dan perut masyarakat tak terjajah dengan makanan impor.

Ia mengutip keinginan ayahnya yang juga Presiden Pertama Indonesia Soekarno alias Bung Karno soal kedaulatan pangan.

“Apa yang telah disampaikan oleh Bung Karno bahwa dari lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor. (Ini) bisa menjadi bahan untuk kritik atas praksis ideologi di bidang pangan,” ujar Megawati di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Megawati juga meminta Presiden Joko Widodo mengkaji lagi aturan impor gandum. Hal ini karena bea atau pajak masuk impor gandum ke Indonesia 0 persen.

Bea untuk impor gandum kata dia semestinya tinggi agar tidak ada ketergantungan kepada hasil pertanian yang sulit ditanam di Indonesia.

Menurut dia Indonesia punya 10 sumber pangan yang jika diolah dan didukung oleh BRIN bisa menggantikan kebutuhan akan gandum.

Sementarea itu bea masuk yang diterapkan pada gandum impor di masa transisi bisa dipakai untuk menambah biaya riset terhadap produk pengganti gandum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait