Sinyal Said Iqbal Masuk Istana

Said iqbal dilantik istana
Said Iqbal. (istimewa)

Istana membuka peluang representasi buruh di pemerintahan. Serikat pekerja berharap kebijakan ketenagakerjaan lebih terakomodasi.

JAKARTA (gokepri) — Istana Kepresidenan memberi sinyal Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal berpeluang masuk ke Kabinet Merah Putih. Namun, pemerintah belum memutuskan jabatan yang akan diberikan karena pembahasan masih berlangsung.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/6). “Sedang kami diskusikan,” ujar Prasetyo.

Baca Juga: Apakah Said Iqbal Masuk Kabinet?

Menurut Prasetyo, penugasan yang kemungkinan diberikan kepada Said Iqbal berkaitan dengan bidang yang selama ini menjadi fokus kegiatannya, yaitu buruh dan tenaga kerja.

“Ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Buruh, tenaga kerja,” kata Prasetyo.

Meski demikian, ia belum menjelaskan posisi yang sedang dibahas pemerintah.

“Tunggu, masih didiskusikan ya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Prasetyo menyebut Istana menjadwalkan pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Senin (9/6). Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menerima surat kepercayaan dari sejumlah duta besar negara sahabat.

Namun, Prasetyo tidak menjawab apakah Said Iqbal akan dilantik pada hari yang sama.

“Tunggu informasi,” katanya.

Kabar mengenai peluang masuknya Said Iqbal ke kabinet mendapat respons dari sejumlah organisasi buruh. Wakil Ketua Umum KSPI Arnod Sihite menyatakan pihaknya menyambut baik informasi tersebut.

“Dengan terpilihnya sahabat kami, Said Iqbal, kami mengapresiasi keputusan strategis ini,” ujar Arnod dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (7/6).

Arnod mengatakan tokoh buruh tidak hanya berkecimpung dalam persoalan hubungan industrial. Menurut dia, banyak aktivis buruh yang kini berperan sebagai politisi, akademisi, pengacara, dan tokoh masyarakat.

Ia juga menyebut sejumlah tokoh berlatar belakang gerakan buruh yang saat ini menduduki jabatan di lembaga negara. Arnod menilai penempatan jabatan di pemerintahan tetap harus mempertimbangkan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

“Yang terpenting, negara harus menilai berdasarkan kompetensi dan kebutuhan,” kata Arnod.

Respons serupa disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia Abdul Gofur. Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (8/6), Gofur menyatakan pihaknya menyambut positif sinyal masuknya Said Iqbal ke kabinet.

Menurut Gofur, kehadiran tokoh yang memahami persoalan ketenagakerjaan dapat memperkuat pembahasan isu pekerja di tingkat pemerintah.

“Kaum buruh tidak hanya ingin didengar, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut masa depan pekerja Indonesia,” ujar Gofur.

Hingga Minggu (8/6), pemerintah belum mengumumkan secara resmi posisi yang akan ditempati Said Iqbal maupun waktu pelantikannya. Pembahasan di lingkungan Istana masih berlangsung. ANTARA

Baca Juga: Siapa yang Potensial Bertarung di Pilkada Kepri 2029?

Pos terkait