BATAM (gokepri) — Pertumbuhan aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menunjukkan daya saing Batam semakin kuat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian barat.
Indikator itu tercermin dari lonjakan layanan pelayaran langsung internasional di Pelabuhan Batu Ampar, pertumbuhan ekspor ke sejumlah negara tujuan utama, serta realisasi investasi yang meningkat tajam pada awal 2026.
Pelaksana Harian Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai, rangkaian capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam. Menurut dia, pertumbuhan signifikan pada sektor logistik dan investasi memberi dampak berantai terhadap aktivitas industri, perdagangan, dan jasa.
Baca Juga: Direct Call Batu Ampar Melonjak, Batam Kian Terhubung dengan Rute Dagang Asia

Salah satu indikator yang paling menonjol terlihat pada layanan pelayaran langsung internasional (direct call) di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar. Data operasional Batu Ampar Container Terminal menunjukkan jumlah direct call internasional sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 106 kunjungan kapal.
Jumlah itu meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 34 kunjungan kapal. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin intensifnya konektivitas perdagangan internasional melalui Batam.
Pertumbuhan juga terjadi pada volume peti kemas yang dilayani melalui layanan pelayaran langsung internasional. Sepanjang Januari-Mei 2026, volumenya mencapai 58.237 TEUs atau naik 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 25.904 TEUs.
Capaian itu menyumbang 24 persen dari total volume peti kemas internasional yang ditangani pada periode yang sama. Data tersebut sekaligus mencerminkan semakin kuatnya peran TPK Batu Ampar sebagai gerbang perdagangan internasional dan berkurangnya ketergantungan terhadap skema transshipment melalui pelabuhan di negara tetangga.
Penguatan sektor logistik berlangsung bersamaan dengan kinerja ekspor yang juga menunjukkan tren positif. Pada Januari-Februari 2026, Amerika Serikat kembali menjadi tujuan ekspor terbesar Batam dengan nilai mencapai 860,32 juta dollar AS atau tumbuh 30,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Singapura menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar 704,47 juta dollar AS atau meningkat 4,52 persen. Sementara itu, India mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 410,23 persen menjadi 344,67 juta dollar AS.
Kinerja positif juga terlihat di sejumlah negara tujuan lainnya. Nilai ekspor ke Tiongkok naik 49,63 persen menjadi 265,55 juta dollar AS. Ekspor ke Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi 44,90 juta dollar AS. Adapun ekspor ke Filipina melonjak hingga 89,68 juta dollar AS.
Di sisi investasi, BP Batam sebelumnya mencatat realisasi investasi pada triwulan I-2026 sebesar Rp 17,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 68,92 persen dibandingkan triwulan IV-2025.
Menurut Li Claudia, kombinasi pertumbuhan investasi, ekspor, dan aktivitas logistik menjadi indikator penting bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya posisi Batam dalam jaringan perdagangan dan investasi regional.
“Capaian ini membuktikan bahwa Batam memiliki daya saing yang semakin kuat. Meningkatnya aktivitas logistik, ekspor, dan investasi menjadi indikator bahwa Batam berada pada jalur pertumbuhan yang tepat sebagai gerbang perdagangan dan investasi di wilayah Indonesia bagian Barat,” ujar Li Claudia dalam keterangan yang diterima, Kamis (4/6/2026).
Ia mengatakan BP Batam akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas ekonomi yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa capaian investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai lokasi usaha dan industri.
“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujar Amsakar.
Dengan realisasi investasi yang tumbuh lebih dari dua kali lipat secara tahunan, ekspor yang meningkat di sejumlah pasar utama, serta aktivitas pelabuhan yang terus bertambah, Batam memperkuat posisinya sebagai motor perekonomian Kepulauan Riau sekaligus salah satu pusat pertumbuhan industri, perdagangan, dan logistik nasional.
BP Batam menyatakan akan menjaga momentum tersebut melalui penguatan layanan investasi, percepatan penyediaan utilitas, peningkatan kepastian berusaha, serta pembangunan ekosistem industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Baca Juga: Siapa yang Potensial Bertarung di Pilkada Kepri 2029?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








