Li Claudia Chandra: Saya Tidak Ujug-Ujug Memilih Pak Amsakar

Li claudia chandra agama
Li Claudia Chandra menggelar konferensi pers di Hotel Aston, Batam, 16 Juli. Ia siap maju sebagai calon wakil walikota Batam berpasangan dengan Amsakar Achmad. GOKEPRI/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Li Claudia Chandra pulang kampung ke Kepulauan Riau untuk bertarung dalam pemilihan walikota Batam. Ia direstui Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi bakal calon wakil walikota berpasangan dengan Amsakar Achmad.

Ketua DPC Gerindra Tangerang Selatan itu menyatakan sudah berpikir panjang sebelum memilih Amsakar. Ia sudah mencari tahu sosok seorang Amsakar Achmad sebelum memutuskan untuk berpasangan.

Baca: Koalisi Prabowo di Pilwako Batam, Restu untuk Amsakar-Li Claudia

HBRL

“Saya tidak ujug-ujug memilih Pak Amsakar sebagai pasangan. Saya lebih dahulu mencari tahu Pak Amsakar ini sosok seperti apa,” kata dia saat konfrensi pers di Hotel Aston, Selasa, 16 Juli 2024.

Perempuan kelahiran Kabupaten Lingga, Kepri, itu mengaku sudah bertemu bersama Amsakar secara pribadi dan berdiskusi. Dalam diskusi itu, menurutnya, Amsakar memiliki visi dan misi yang menarik dan sejalan dengannya untuk membangun Kota Batam.

Menurutnya, walikota dan wakil walikota dipilih 5 tahun sekali. Sehingga masyarakat memiliki hak untuk menentukan pemimpinnya. Sehingga penting baginya, untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam menjalankan roda kepemimpinan di pemerintahan.

“Saya memilih Pak Amsakar untuk menciptakan dan memperbaiki apa yang belum tuntas dan masih menjadi pekerjaan rumah saat ini,” ujarnya.

Li Claudia berharap dengan pengalaman dua kali sebagai wakil wali kota Batam, Amsakar bisa menjadi pemandu baginya yang terbilang masih baru menapaki Batam. Amsakar, bagi Li Claudia, adalah birokrat tulen yang amat berpengalaman.

Sebagai orang baru ia masih membutuhkan modal pengenalan dan mengenal karakteristik masyarakat Kota Batam. Termasuk juga persoalan yang dihadapi saat ini oleh Batam. Sosok Amsakar, lanjut Li Claudia, merupakan pilihan yang tepat untuk berjuang bersama dalam menatap Kota Batam yang lebih baik.

“Batam adalah kota internasional yang memiliki banyak tantangan. Saya bersama Pak Amsakar berharap bisa dipercaya dan menjadikan Batam menjadi lebih maju di berbagai sektor,” kata Li Claudia. “Saya juga berdiskusi dan terus berkomunikasi dengan Pak Am tentang Batam. Karena sebagai pendatang baru di Batam, saya masih sangat butuh masukan, dan pengetahuan mengenai Kota Batam ini,” beber Li.

amsakar li claudia
Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra. Grafis: gokepri/Candra Gunawan

Baca: Peluang Marlin setelah Manuver Golkar-Gerindra Mengunci Amsakar-Li Claudia

Ke depan ia berharap langkah politiknya bersama Amsakar Achmad bisa mendapatkan dukungan oleh masyarakat. Sehingga bisa tercipta Batam yang harmonis dan saling menghormari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Hubungan yang akur menurut saya penting. Karena masyarakat tahunya pemimpin harmonis. Karena itu bisa berdampak terhadap kinerja pengabdian kepada masyarakat juga,” kata Wakil Ketua DPRD Tangerang ini.

Mengenai sosok orang baru, Li Claudia juga menyampaikan bahwa partai sudah melakukan survei terhadap sosoknya di Batam. Menurutnya, hasil survei itu cukup baik dan menjadi alasan untuk percaya diri maju di Batam, ditambah lagi dengan sosok pendamping Amsakar Achmad yang sudah bertahun-tahun berada di birokrat.

“Ini yang jadi alasan saya percaya diri bertemu masyarakat Batam. Doakan saja bisa menang 90 persen,” tambahnya.

Untuk diketahui, Jabatan Amsakar saat ini adalah Wakil Wali Kota Batam. Ia dua kali menang pilwakot Batam dengan menjadi pendamping Muhammad Rudi. Sebelum terjun ke politik, ia pernah beberapa kali menjabat kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Batam, termasuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Amsakar merupakan kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Amsakar masih tercatat menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Nasdem Batam.

Hingga pertengahan Juli, enam partai politik mengusung Amsakar-Li Claudia yaitu NasDem (10 kursi), Gerindra (7), Golkar (6), PKB (4), PAN (3) dan PPP (1). Gabungan kursi partai itu memiliki 31 dari 50 kursi di DPRD Batam, sudah lebih dari separuh.

Tiket Nasdem sakti dan jadi “kartu As” karena calon bisa maju bertarung mengandalkan 10 kursi Nasdem di DPRD Batam. Nasdem tak harus berkoalisi agar syarat pencalonan terpenuhi yaitu minimal 20 persen dari total kursi DPRD. Karena di DPRD Batam ada 50 kursi, satu pasangan calon butuh minimal 10 kursi.

amsakar li claudia
Perolehan kursi partai di DPRD Batam pada Pileg 2024. grafis: gokepri/Candra Gunawan

Baca: Strategi Borong Partai, Sinyal PDIP Melawan Arus

Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Riau Kepulauan (Unrika), Rahmayandi Mulda menilai langkah Gerindra mendatangkan Li Claudia ke Batam adalah rencana jangka panjang partai tersebut. Kader-kader yang potensial didorong bertarung pada 2024 agar pada pilkada selanjutnya Gerindra bisa selangkah di depan.

“Pemilu kemarin membuktikan mesin partai mereka bisa bekerja dengan kompak dan solid. Maka, sekarang adalah momentum buat mereka untuk mengulang kesuksesan di daerah,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

Pos terkait