Ketua MPR: Jembatan Batam-Bintan Dilelang 2022 dan Peletakan Batu Pertama oleh Presiden

Proyek Jembatan Batam-Bintan Dilelang
Ketua MPR Bambang Soesatyo, yang didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad, meninjau lokasi titik darat jembatan Batam-Bintan di Kabupaten Bintan, Kepri, Kamis (17/3/2022). Foto: Diskominfo Provinsi Kepri

Tanjungpinang (gokepri.com) – Proyek Jembatan Batam-Bintan disebut akan dilelang pada tahun ini. Proyek yang ditaksir butuh investasi Rp8,8 triliun juga dijadwalkan peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan proyek pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sudah bisa dilelang dan dijadwalkan peletakan batu pertamanya oleh Presiden Joko Widodo pada 2022.

“Tahun ini, sudah bisa dilakukan pelelangan dan peletakan batu pertama oleh Presiden,” kata Bamsoet, panggilan akrabnya, yang didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad, saat meninjau lokasi titik darat Jembatan Batam-Bintan di Kabupaten Bintan, Kepri, Kamis 17 Maret 2022.

Ia pun optimistis pembangunan jembatan penghubung Pulau Batam dan Bintan tersebut akan memberikan efek positif kepada masyarakat dan perekonomian Provinsi Kepri secara umum.

“Bagi kami, melihat kebutuhan Jembatan Batam-Bintan ini sangat penting dalam menghubungkan perekonomian Bintan dan Batam,” ucap Bamsoet.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan dari informasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, proses pelelangan pembangunan Jembatan Batam Bintan akan dilaksanakan dua bulan mendatang atau Mei 2022.

“Mungkin dari sisi Pulau Batam dulu, karena itu dari nonpemerintah,” katanya.

Mantan Anggota DPR RI ini juga menegaskan jika Pemprov Kepri saat ini tengah fokus menyelesaikan dokumen pembebasan lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan.

“Sejauh ini, tidak ada permasalahan dalam proses pembebasan lahan,” ujarnya.

Ansar mengutarakan ada banyak investor yang berminat menanamkan modalnya dalam pembangunan Jembatan Batam Bintan dengan nilai investasi sekitar Rp8,8 triliun tersebut.

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait