Kepri Kembali Catatkan Kenaikan Ekspor, Didorong Permintaan Singapura

Ekspor kepri
Infografis ekspor Kepri. (Gokepri/GC)

Batam (gokepri.com) – Kepri kembali mencatatkan kenaikan ekspor sepanjang November 2020. Ekspor provinsi ini terus naik sejak Agustus 2020 tapi masih di bawah periode 2019. Didorong permintaan Singapura atas produksi manufaktur Kepri.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menunjukkan ekspor dari Kepri naik 13,64 persen pada November 2020 dibanding bulan sebelumnya. Nilai ekspor November mencapai USD1,1 miliar sedangkan nilai ekspor Oktober mencapai USD1,007 miliar. Ini menjadi kenaikan ke enam sejak Agustus 2020.

“Kenaikan nilai ekspor November 2020 disebabkan oleh naiknya ekspor sektor nonmigas yang mencapai 14,36 persen, dan sektor migas mencapai 10,34 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Agus Sudibyo melalui siaran pers tertulis, Selasa (15/12/2020).

HBRL

Namun, bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, kata dia, ekspor Kepri mengalami kenaikan sebesar 3,81 persen, yaitu dari USD1,102 miliar menjadi USD1,144 miliar.

Kenaikan nilai ekspor November 2020 dibanding November 2019 didominasi oleh naiknya ekspor sektor nonmigas yang mencapai sekitar 15,65 persen.

Total ekspor kumulatif bulan Januari-November 2020 Kepri adalah sebesar USD10,85 miliar. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-November 2019 mengalami penurunan sebesar 7,21 persen, yaitu dari USD11,69 menjadi USD10,85 miliar.

“Turunnya nilai ekspor Januari-November 2020 didominasi oleh turunnya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 38,99 persen,” katanya pula.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan selama Januari-November 2020 komoditas ekspor nonmigas dengan nilai ekspor terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85), yaitu sebesar USD3,45 miliar, dengan peran sebesar 39,17 persen.

Adapun negara tujuan ekspor nonmigas terbesar di Kepri Januari-November 2020, yaitu ke Singapura mencapai USD2,88 miliar atau 32,63 persen dari total ekspor nonmigas selama periode tersebut.

“Negara tujuan ekspor migas Kepri selama Januari-November 2020 dengan nilai terbesar juga Singapura, yaitu mencapai USD1,65 miliar atau 81,72 persen dari total ekspor migas selama periode tersebut,” demikian Agus Sudibyo.

(can)

|Baca Juga: EKONOMI KEPRI: Ekspor Naik Lagi, Nonmigas Jadi Penggerak

 

Pos terkait