EKONOMI KEPRI: Ekspor Naik Lagi, Nonmigas Jadi Penggerak

ekspor kepri
Pelepasan ekspor olahan kelapa Bintan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Bintan, Sabtu (26/9/2020). (istimewa)

Batam (gokepri.com) – Kinerja ekspor Kepri berada di jalur kenaikan meski masih di bawah periode tahun lalu. Didukung industri pengolahan yang mulai bergeliat.

Kenaikan ini menunjukkan kinerja ekspor Kepri terus membaik meski dilanda pandemi. Trennya terus meningkat dalam lima bulan terakhir didorong ekspor migas dan manufaktur.

BPS mencatat ekspor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2020 dibanding September 2020 naik sebesar 1,30 persen yaitu dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,02 miliar dolar AS, namun bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya turun sebesar 6,12 persen yaitu dari 1,08 miliar dolar AS menjadi 1,02 miliar dolar AS.

HBRL

Kepala BPS Kepri Agus Sudibyo mengatakan kenaikan nilai ekspor Oktober 2020 didominasi oleh naiknya ekspor sektor nonmigas yang mencapai 2,81 persen.

“Dengan komposisi hasil industri tumbuh 2,35 persen, hasil pertanian tumbuh 12,06 persen, dan hasil tambang tumbuh 65,55 persen,” kata Agus Sudibyo di Tanjungpinang Senin (16/11).

Baca Juga:

Adapun negara tujuan ekspor nonmigas Kepri pada Oktober 2020 dengan nilai terbesar, yaitu ke Singapura mencapai 279,27 juta dolar AS.

Ekspor nonmigas ke Singapura pada Oktober 2020 juga mengalami kenaikan 2,11 persen dibanding September 2020. Sedangkan bila dibandingkan Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 6,03 persen.

“Negara tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua selama Oktober 2020 adalah Amerika Serikat yang mencapai 169,04 juta dolar AS,” ungkap Agus.

Lanjut Agus, total ekspor kumulatif bulan Januari-Oktober 2020 di Kepri sebesar 9,72 miliar dolar AS. Jika dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 8,27 persen yaitu dari 10,59 miliar dolar AS menjadi 9,72 miliar dolar AS.

Turunnya nilai ekspor Januari-Oktober 2020 didominasi oleh turunnya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 39,48 persen

Baca Juga:

“Dengan komposisi, gas alam turun 41,69 persen, hasil minyak 31,72 persen, dan minyak mentah turun 15,15 persen,” demikian Agus.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Agustus 2020 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar USD3,564 miliar, diikuti Pelabuhan Sekupang USD1,137 miliar , Pelabuhan Kabil/Panau USD854,69 juta, Pelabuhan Tarempa USD712,35 juta, dan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun USD623,18 juta.

(can)

Editor: Candra Gunawan

Pos terkait