Kasus Pencabulan Anak, Polsek Batuaji Amankan Oknum Pendeta

Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir
Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir ekspos kasus pencabulan anak, Rabu (13/1/2021).

Batam (gokepri.com) – Polsek Batuaji mengamankan seorang oknum pendeta yang diduga mencabuli anak berusia 15 tahun. Pelaku berinisial NSP itu ditangkap di Medan, Sumatera Utara pada Jumat (8/1/2021).

Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir mengatakan, pelaku ditangkap setelah kepolisian mendapatkan laporan dari korban. Berdasarkan keterangan orangtua korban, pencabulan itu terjadi hingga tujuh kali di rumah pelaku.

Menindaklanjuti laporan itu, anggota Polsek Batuaji turun melakukan pencarian terhadap pelaku. Berdasarkan penelusuran di lapangan, diketahui pelaku telah melarikan diri keluar Batam pada 6 November 2020. Tim sempat melakukan pengejaran ke Bekasi, lalu ke Bukit Doa Ungaran Semarang, hingga Medan Tuntungan. Namun tersangka NSP belum berhasil ditangkap.

Tim gabungan Reskrim Polresta Barelang dan Polsek Batuaji kembali melakujkan penyelidikan. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan itu mengendus keberadaan pelaku di Medan, Sumatera Utara.

“Tersangka NSP berhasil ditangkap saat sedang bekerja sebagai buruh bangunan di Jalan Bunga Terompet, Kelurahan Selayang, Kecamatan Tuntungan, Sumatera Utara,” kata Chaidir, Rabu (13/01/2021).

Selanjutnya tersangka NSP dibawa ke Polsek Medan Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada 10 Januari 2021 tersangka NSP dibawa kembali ke Polsek Batuaji.

Baca juga: Personel Kepolisian Siaga di Lapangan Antisipasi Bencana

Ada beberapa barang bukti yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut. Di antaranya satu helai kaos lengan pendek warna putih, satu helai celana kain panjang warna coklat, dan satu lembar hasil visum.

Atas kejadian tersebut, tersangka yang merupakan oknum pendeta, dijerat Pasal 81 Ayat 2 Jo pasal 82 peraturan pemerintah pengganti UU No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (eri)

BAGIKAN