Kasus Aktif Tinggal 10, Satgas Kepri: Tetap Konsisten Terapkan Prokes

SMPN 26 Batam melaksanakan upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional dengan standar protokol kesehatan.
SMPN 26 Batam melaksanakan upacara HUT PGRI dan Hari Guru Nasional dengan standar protokol kesehatan.

Tanjungpinang (gokepri.com) – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana mengingatkan masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes), meski kasus aktif Covid-19 melandai.

“Kami mengingatkan warga untuk tetap waspada dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular Covid-19. Mobilitas penduduk yang cukup tinggi menyebabkan masyarakat perlu tetap waspada,” ujarnya di Tanjungpinang, Senin 29 November 2021.

Data Satgas per 29 November 2021, kasus aktif Covid-19 di Kepri tinggal 10 orang. Kasus aktif tersebut tersebar di Kota Batam sebanyak 7 orang, Tanjungpinang 2 orang, dan Karimun 1 orang.

Sementara 4 kabupaten yakni Bintan, Lingga, Natuna dan Kepulauan Anambas, sampai sekarang bertahan nol kasus aktif Covid-19. Seluruh kabupaten dan kota di Kepri, kecuali Lingga, ditetapkan sebagai Zona Kuning atau risiko penularan rendah.

“Lingga Zona Hijau karena lebih dari sebulan nol kasus aktif,” kata Tjetjep yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri.

Tjejtep mengungkapkan, total pasien Covid-19 di Kepri sejak pandemi sampai sekarang mencapai 53.878 orang. Tersebar di Batam 25.927 orang, Tanjungpinang 10.230 orang, Bintan 5.583 orang, Karimun 5.487 orang, Anambas 1.846 orang, Lingga 2.310 orang, dan Natuna 2.495 orang.

Total jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 sejak pandemi mencapai 52.109 orang. Tersebar di Batam 25.078 orang, Tanjungpinang 9.826 orang, Bintan 5.403 orang, Karimun 5.325 orang, Anambas 1.799 orang, Lingga 2.225 orang, dan Natuna 2.453 orang.

Total jumlah pasien yang meninggal dunia sejak pandemi Covid-19 sebanyak 1.759 orang. Tersebar di Batam 842 orang, Tanjungpinang 402 orang, Bintan 180 orang, Karimun 161 orang, Anambas 47 orang, Lingga 85 orang, dan Natuna 42 orang.

“Kami apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas, dan mendukung program vaksinasi. Saat ini, program vaksinasi terus berjalan, didukung oleh berbagai instansi negara sehingga target sasaran vaksinasi tercapai dalam waktu cepat,” ucap Tjetjep.

Kesadaran seluruh elemen masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus meningkat, meski kasus Covid-19 makin terkendali. Salah satunya terlihat di dunia pendidikan selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka.

Di SMPN 26 Batam salah satunya, siswa maupun guru sangat patuh dengan protokol kesehatan yang diterapkan pihak sekolah. Mulai dari pengecekan suhu tubuh siswa saat hendak masuk ke lingkungan sekolah hingga masuk ke ruang kelas. Siswa juga wajib memakai masker dan mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan di pintu masuk sekolah dan juga tersedia di setiap masing-masing muka ruang kelas.

Begitu pula saat PTM berlangsung, tempat duduk siswa diatur jaraknya dan setiap kelas disediakan hand sanitizer serta persediaan masker cadangan untuk mengantisipasi apabila ada masker siswa yang rusak atau kotor.

Saking ketatnya protokol diterapkan di SMPN 26 Batam ini, pihak sekolah juga telah membentuk Tim Satgas Protokol Kesehatan yang setiap harinya berkeliling ke setiap ruang kelas mengecek prokes siswa di dalam kelas.

Malah untuk menyakinkan protokol kesehatan ini benar-benar dipatuhi siswa, Kepala Sekolah juga rutin berkeliling untuk memastikan penerapan prokes oleh siswa dan guru saat PTM berlangsung sambil tak henti-hentinya mengingatkan para siswa akan penerapan protokol kesehatan.

“Selama PTM berlangsung belum ada ditemukan masalah apapun. Begitu pula siswa dan guru saat mengikuti PTM berjalan lancar, dan cukup patuh terhadap protokol kesehatan diterapkan pihak sekolah,” ujar Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri. (zak)

Baca juga: Batam PPKM Level 1, Pusat Perbelanjaan Perketat Prokes

BAGIKAN