Bukan Tambal Sulam, Konstruksi Ulang Jalan Gajah Mada untuk Jangka Panjang

Pekerja memperbaiki Jalan Gajah Mada di Batam dengan alat berat saat proses rekonstruksi jalan berlangsung.
Rekonstruksi Jalan Gajah Mada di ruas Pura Agung Amertha Buana hingga Taman Kota, Batam. BP Batam menargetkan pekerjaan selesai dalam satu bulan dengan pengawasan keselamatan yang diperketat. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – BP Batam mempercepat rekonstruksi Jalan Gajah Mada sebagai respons atas kerusakan yang dikeluhkan pengguna jalan. Perbaikan dilaksanakan menyeluruh agar keselamatan dan kualitas jalan meningkat dalam jangka panjang.

Ruas yang diperbaiki membentang dari Pura Agung Amertha Buana hingga Taman Kota. Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan apabila kondisi cuaca mendukung.

Menurut BP Batam, rekonstruksi dipilih sebagai solusi karena kondisi jalan memerlukan penanganan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Perbaikan diharapkan menghadirkan infrastruktur yang lebih aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.

Baca Juga: BP Batam Bangun Ulang Jalan Gajah Mada, Pekerjaan Butuh Waktu Empat Minggu

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan tujuan utama pekerjaan tersebut ialah meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Tujuan utama pekerjaan ini adalah meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” kata Ariastuty, Selasa, 28 Juli 2026.

Sebelum pekerjaan dimulai, BP Batam berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Informasi mengenai pelaksanaan proyek juga disampaikan melalui media sosial dan mitra media BP Batam agar dampak terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

BP Batam juga meminta dukungan masyarakat selama proses rekonstruksi berlangsung. Menurut Ariastuty, pekerjaan ditargetkan selesai tepat waktu tanpa mengurangi standar mutu maupun aspek keselamatan.

“Dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan agar proses rekonstruksi dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi standar mutu maupun aspek keselamatan,” ujarnya.

Keselamatan Jadi Evaluasi

Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, menurut BP Batam, terus diperketat agar seluruh pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi standar keselamatan.

Langkah itu menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan di sekitar lokasi proyek pada Senin, 27 Juli 2026. BP Batam menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut dan menyebut peristiwa itu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat aspek keselamatan pada setiap pekerjaan infrastruktur.

“Peristiwa ini menjadi catatan bagi kami untuk terus memperkuat aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur,” kata Ariastuty.

Selain menyampaikan simpati, BP Batam telah memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban. Perwakilan BP Batam juga mengunjungi korban beserta keluarganya untuk memberikan dukungan secara langsung.

Sementara itu, BP Batam mengimbau masyarakat tetap berhati-hati selama rekonstruksi berlangsung. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan hingga pekerjaan selesai.

Baca Juga: Melihat Perayaan Hari Kebaya Nasional di BP Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait