Seorang pegawai kios ayam geprek ditemukan terbungkus kain dan plastik di dalam mesin pembeku. Dua sepeda motor hilang. Dua karyawan tak bisa dihubungi.
BEKASI (gokepri) – Sabtu (28/3/2026) pagi, AL datang sendirian ke kiosnya di Blok D33 Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Semua pegawainya mudik Lebaran. Ia hanya ingin memeriksa kondisi toko yang ditinggalkan.
Dari celah pintu freezer, ia melihat sesuatu yang tidak biasa. Ketika membuka tutupnya, AL mendapati jasad seorang pria—terbungkus kain dan plastik—di dalam mesin pembeku miliknya sendiri. Pria itu adalah Bedul, sekitar 45 tahun, pegawai lepas sekaligus petugas keamanan ruko di perumahan tersebut.
Baca Juga: Tujuh Tahun Jadi Sopir Ambulans Jenazah, Aipda Raja Faisal Terima Penghargaan
AL segera melapor ke kepolisian. Petugas Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi tiba di lokasi untuk olah tempat kejadian perkara. Keesokan harinya, Minggu (29/3/2026), Tim Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya turun langsung mendampingi proses penyelidikan.
Jenazah Bedul kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan medis. Penyebab kematian belum ditetapkan; kepolisian masih menyelidiki kasus ini.
Di sekitar kios, kabar kematian Bedul menyebar cepat. Bagi para pedagang dan warga setempat, nama itu bukan asing. Bedul dikenal ramah, mudah bergaul, dan sering mengobrol dengan siapa saja.

Ali, pedagang di sekitar lokasi, mengaku baru mengetahui kejadian itu ketika kerumunan polisi sudah memadati area sekitar kios, sekitar pukul 13.00. “Polisi membawa jenazah korban dengan kantung mayat,” katanya.
Warga lain, Elin (42), mengaku terakhir melihat Bedul pada malam takbiran Idulfitri—sehari sebelum jasadnya ditemukan. Ia tampak sehat, berdiri di depan kios, beraktivitas seperti biasa. Tak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
Yang menambah kerumitan kasus ini adalah sejumlah fakta yang belum terjawab. AL mengatakan dua sepeda motor operasional tokonya raib—satu biasa digunakan Bedul, satu lagi oleh karyawan lain. Dua karyawan tetapnya, laki-laki berusia 28 dan 24 tahun, juga tidak bisa dihubungi sejak Jumat (27/3/2026). Pesan WhatsApp hanya terbaca satu centang.
“Saya tidak bisa menduga ada kaitan atau tidak antara motor hilang dan penemuan jenazah. Saya serahkan ke polisi,” kata AL. ANTARA
Baca Juga: Jasad Pelatih Valencia Ditemukan di Perairan Labuan Bajo
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








