Jambret di Sei Ladi dan Terowongan Pelita Dibekuk di Bengkong

Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang membekuk seorang pelaku jambret, Rabu (2/6/2021).
Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang membekuk seorang pelaku jambret, Rabu (2/6/2021).

Batam (gokepri.com) – Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan membekuk seorang pelaku jambret, Rabu (2/6/2021). Pelaku berinisial JH (31) itu biasa melakukan aksinya di sejumlah jalan raya, mulai dari Sei Ladi, Terowongan Pelita, hingga Bundaran Ocarina.

Salah seorang korbannya adalah DP bersama temannya saat berboncengan motor. Sewaktu melintasi Jembatan Sei Ladi, tiba-tiba datang pelaku dari arah belakang, mengendarai motor Satria FU warna hitam langsung memepet dan merampas handphone Pocophone X3 NFC warna biru milik DP. Korban berusaha mengejar, tapi pelaku melaju dengan kecepatan tinggi.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta,” kata Kompol Andri.

Menerima laporan korban, Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan di lapangan dan benar telah terjadi tindak pidana pencurian/jambret. Kemudian pada Rabu (2/6/2021) sekira pukul 19.00 WIB, tim Opsnal mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di sekitar Bengkong Abadi 2. Sekira pukul 20.00 WIB, tim berhasil mengamankan pelaku dan membawanya ke Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 unit handphone merk Pocophone X3 NFC warna biru milik korban, 1 unit Iphone XR warna putih (milik korban) dengan LP Polsek Batam Kota, dan 1 unit sepeda motor Satria FU warna hitam dan merah.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur membenarkan adanya penjambretan tersebut. Berdasarkan keterangan pelaku, terdapat lima tempat penjabretan, yakni di Jalan Raya Jembatan Sei Ladi, tepi jalan Depan Lotte Mart, Terowongan Pelita, Simpang Lampu Merah Hotel Kaliban, dan Bundaran Ocarina.

“Saat ini pelaku sudah diamankan Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” katanya. (eri)

BAGIKAN