Ekspor Kerapu Kembali Menggeliat di Anambas

Minat masyarakat terhadap ikan kerapu di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pimpinan Perusahaan PT. Jaya Laut Siantan, Dodo mengatakan bahwa ekspor kerapu hidup masih terus berlanjut sepanjang tahun 2020, meski wabah pandemi Covid-19 masih terjadi. Ia mengaku, bahwa tren ekspor yang dilakukan cukup fluktuatif, akibat dampak pandemi.

“Kalau aktivitas ekspor sepanjang tahun ini terus berlangsung dan secara umum tidak ada kendala berarti, hanya saja memang ada pengaruhnya terutama dari frekuensi pengiriman yang agak turun dan waktu pengiriman yang sedikit terganggu akibat pandemi Covid,” ungkap Dodo

Sementara, Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi berharap Pemerintah Pusat dapat terus mendukung pembangunan perikanan di Kepulauan Anambas, baik program perikanan tangkap maupun budidaya. Meski frekwensi ekspor agak terganggu, namun pemerintah daerah tetap melakukan ekspor kerapu dan aktivitas budidaya terus berjalan.

Menurut Effi, semua pembudidaya di Kepulauan Anambas adalah pembudidaya skala kecil, dan yang menjadi mitra mereka adalah pengumpul/pelaku ekspor yang juga sebagai pembudidaya. Semua hasil budidaya ditampung. Di sisi lain, kalau pembudidaya tadi kesulitan dalam hal pembiayaan dan operasional usaha (kesulitan pakan dan lainnya), mereka akan minta bantu atas nama pinjaman kepada pengumpul tersebut.

“Terkait dengan skema ini, kita terus lakukan fasilitasi dan pendampingan, agar kemitraan bisa sama-sama menguntungkan,” ungkapnya.

Effi juga membeberkan bahwa selama kurun waktu Januari 2020 hingga awal September 2020, ekspor kerapu hidup asal Anambas mencapai 76,80 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp5,28 miliar.

Sebagai informasi, potensi pengembangan perikanan budidaya laut Kabupaten Kepulauan Anambas mencapai 20.998 Ha yang terdiri dari potensi pengembangan budidaya di kawasan pesisir 1.993 Ha dan budidaya di kawasan laut lepas 19.005 Ha. Tahun 2019 tercatat produksi perikanan budidaya mencapai 293,49 ton dengan nilai produksi mencapai Rp21,61 miliar. (wan)

Pos terkait