ANAMBAS (gokepri) — Sistem tiket KMP Bahtera Nusantara akan ditata melalui konsep One Gate System Ticketing agar jumlah penumpang dapat diketahui sejak keberangkatan hingga pelabuhan tujuan. Penataan ini sekaligus ditujukan untuk memastikan manifest sesuai dengan kapasitas angkut kapal.
Rencana tersebut dibahas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tarempa bersama operator KMP Bahtera Nusantara dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau dalam rapat koordinasi secara daring, Kamis, 20 Agustus 2026.
Plt. Kepala KUPP Kelas II Tarempa Jemi Permana mengatakan sistem satu pintu diperlukan agar pembelian dan pemeriksaan tiket tidak lagi berjalan secara terpisah di setiap pelabuhan yang disinggahi kapal.
Baca Juga: Puskesmas Pembantu di Anambas Butuh Pembenahan, Bupati Turun Tangan
“One Gate System Ticketing ini kami dorong agar pembelian dan pemeriksaan tiket dapat dilakukan melalui satu sistem yang terintegrasi. Dengan demikian, manifest penumpang dapat lebih tertib dan jumlah penumpang bisa disesuaikan dengan kapasitas angkut kapal,” ujar Jemi.
Dengan skema tersebut, penumpang cukup membeli satu tiket dari pelabuhan asal menuju pelabuhan tujuan akhir. Penumpang tidak perlu membeli tiket baru setiap kali kapal singgah di pelabuhan lain sepanjang rute perjalanan.
Bagi pengguna jasa, perubahan ini membuat perjalanan lebih sederhana. Bagi operator dan petugas pelabuhan, sistem tersebut terutama berfungsi memastikan data penumpang tetap tercatat dalam satu manifest selama perjalanan.
“Jadi masyarakat cukup membeli tiket satu kali dari pelabuhan asal sampai pelabuhan tujuan akhir. Walaupun kapal menyinggahi beberapa pelabuhan, penumpang tidak perlu lagi turun dan membeli tiket berkali-kali di setiap pelabuhan singgah,” kata Jemi.
Penataan manifest menjadi bagian penting karena KMP Bahtera Nusantara melayani rute dengan sejumlah pelabuhan singgah. Tanpa pencatatan yang terintegrasi, jumlah penumpang yang naik dan turun di sepanjang perjalanan lebih sulit dipantau secara menyeluruh.
Menurut Jemi, sistem tersebut akan membantu petugas dan operator mengetahui jumlah penumpang yang berada di kapal secara lebih akurat.
“Yang paling penting adalah manifest penumpang harus sesuai dengan kapasitas angkut kapal. Ini berkaitan dengan ketertiban pelayanan sekaligus keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujarnya.
Karena itu, penerapan sistem satu pintu tidak hanya menyangkut mekanisme penjualan tiket. Sistem tersebut membutuhkan koordinasi antara Syahbandar Tarempa, operator KMP Bahtera Nusantara dan BPTD Kelas II Kepri agar data tiket, manifest dan kapasitas kapal dapat terhubung dalam satu mekanisme pelayanan.
KUPP Kelas II Tarempa bersama pihak terkait selanjutnya akan mendorong penataan sistem tersebut. Targetnya, layanan kapal Ro-Ro menjadi lebih tertib dan transparan, sementara pengawasan terhadap jumlah penumpang dapat dilakukan secara lebih akurat.
Dengan sistem itu, satu tiket bukan hanya menjadi bukti perjalanan penumpang, tetapi juga bagian dari kontrol keselamatan kapal.
Baca Juga: BRK Syariah Bawa Pelajar Anambas Belajar Langsung di Bank
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









