Batam (gokepri.com) – Dalam upaya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) naik kelas, pemerintah memberikan sejumlah dukungan, termasuk di sektor pembiayaan. Mulai dari rasio perbankan 30 persen untuk UMKM hingga bunga kredit UMKM 0 persen.
Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan Kementerian Koperasi dan UMKM Riza Damanik mengatakan Indonesia punya market yang cukup besar karena UMKM nya sangat unggul.
Pemerintah berupaya meningkatkan UMKM dari hulu hingga hilir. Dari hulu upaya yang dilakukan adalah peningkatan permodalan, kemitraan, inovasi, dan teknologi. Sedangkan di sisi hilirnya peningkatan dilakukan salah satunya melalui bisnis matching.
Baca Juga: Kepri Berharap Jadi Jembatan Ekspor Produk UMKM se-Sumatra
“Seperti pameran UMKM seperti ini, ini sangat efektif dalam kerangka tersebut,” ujarnya usai membuka Pameran UMKM Gebyar Melayu Pesisir, Selasa 26 September 2023 di kawasan Harbour Bay, Batam.
Salah satu masalah dasar yang sering dialami UMKM adalah pendanaan atau pembiayaan. Untuk mengatasainya pemerintah menargetkan 30 persen pembiayaan perbankan untuk UMKM.
“Kalau sebelumnya 20 atau kurang dari 20 persen, presiden sudah memberikan arahan untuk meningkatkan target rasio perbankan untuk UMKM. Jadi meningkat 30 persen pada tahun 2024, nah kita menuju ke sana,” ujarnya.
Strategi lain yang dilakukan pemerintah adalah melakukan pendampingan pelaku UMKM agar literasinya semakin baik.
“Kemudian mendorong pencatatan yang baik. Itu salah satu akar UMKM sulit mendapatkan pembiayaan karena tidak ada pencatatan,” kata Riza.
Saat ini Kementerian Koperasi dan UMKM telah menyiapkan satu platform aplikasi gratis untuk pembukuan keuangan pelaku UMKM yang bernama Lamikro. Di sisi lain Bank Indonesia juga telah menyediakan aplikasi serupa yang bernama Siapik.
“Upaya lain tentu meningkatkan alokasi kredit. Beberapa inovasi sedang dilakukan untuk mendorong kredit scoring dalam proses kelayakan pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan,” kata dia.
Saat menjadi narasumber seminar nasional UMKM Ekspor Hub, Rabu 27 September 2023 Riza kembali menegaskan mengenai upaya pemerintah membantu UMKM dalam hal pembiayaan.
“Kami punya dana bergulir UMKM, 100 persen untuk membiayai koperasi. Sejak tahun lalu ada arahan Menkop (Menteri Koperasi dan UMKM) untuk koperasi produksi bukan lagi simpan pinjam. Kami juga baru meluncurkan KUR cluster,” ujarnya.
Riza mengatakan upaya untuk meningkatkan UMKM juga terlihat dari belanja pemerintah. Presiden Joko Widodo telah mengafirmasi 40 persen belanja daerah digunakan untuk membeli produk UMKM.
“Itu angkanya Rp400 triliun hingga Rp500 triliun setiap tahun. Ini besar sekali yang bisa dimanfaatkan, belanja pemerintah bisa dimanfaatkan, belanja konsumsi masyarakat bisa dimanfaatkan bahkan aset pasar luar negeri bisa dimanfaatkan,” kata Riza.
Khusus untuk UMKM di Kepri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bekerja sama dengan Bank Riau Kepri juga sejak tahun 2022 meluncurkan program subsidi bunga pinjaman 0 persen untuk 2.000 UMKM dengan maksimal pinjaman Rp20 juta.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyayangkan di tahun 2022 hanya 1.000 an UMKM yang memanfaatkan program ini.
“Di tahun 2023 hanya (kuotanya) untuk 1.000 UMKM dengan plafon yang sama,” kata Ansar.
Ternyata peminatnya meningkat, saat ini plafonnya naik menjadi Rp40 juta dan kuota 1.000 UMKM tersebut sudah hampir habis. (advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Asrul Rahmawati








