Kepri Berharap Jadi Jembatan Ekspor Produk UMKM se-Sumatra

Penandatangan MoU Provinsi Jambi, Sumatera Barat dan Lampung dengan Provinsi Kepri terkait industri, pertanian, peternakan hingga koperasi dan UMKM, Rabu (27/9/2023). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Wilayah Kepulauan Riau sangat strategi karena berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN. Rencana menjadikan provinsi ini sebagai hub bagian Barat Indonesia basis ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pun sudah semestinya dirancang dengan baik.

Pemerintah daerah ingin memanfaatkan lokasi strategis nanistimewa ini sebagai hub di Sumatera untuk ekspor UMKM. Dan potensi pariwisata Kepri juga terbesar setelah Bali dan Jakarta.

Pembentukan Kepri sebagai hub ekspor UMKM merupakan langkah yang strategis. Mengingat Kepri yang berhadapan langsung dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja maupun Vietnam. Potensinya sangat besar. Kepri bisa menjadi showcase untuk UMKM dengan target market luar negeri.

Pemerintah Provinsi Kepri punya mimpi yang tinggi untuk memperluas produk UMKM hingga mancanegara. Kepri berharap menjadi jembatan ekspor produk UMKM, tidak hanya dari Kepri melainkan se-Sumatra.

Keinginan itu dipaparkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat membuka Seminar Nasional UMKM Ekspor Hub dalam Perluasan Akses Pasar Produk UMKM hingga Mancanegara, Rabu, 27 September 2023 di Swissbel Hotel Batam.

Harapan ini bukan tanpa alasan. Ansar mengibaratkan Kepri sebagai lumbung emas karena lokasi dan hak istimewanya. Hal itu kata dia harus dimanfaatkan oleh UMKM di Kepri maupun daerah lainnya.

Baca Juga: GEBYAR MELAYU PESISIR 2023: UMKM Tumbuh Cepat dengan Digitalisasi

“UMKM Kepri memang sulit bersaing jika saingannya dalam negeri karena PPN nya yang tinggi, tapi untuk ekspor kita dibebaskan pajak ekspor. Makanya UMKM didorong untuk memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.

Oleh karena itu ia ingin Kepri jadi lokus pasar bersama untuk memanfaatkan pasar di luar negeri yang ada. UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia khususnya di Sumatra kata Ansar bisa memanfaatkan Kepri untuk melakukan ekspor ke luar negeri.

Harapan tersebut mendapat dukungan penuh dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Suryono. Semakin banyak UMKM yang go ekspor sejalan dengan tahapan-tahapan pengembangan UMKM BI Kepri.

Ia mengatakan melalui seminar mengenai ekspor hub produk UMKM yang digelar BI Kepri ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan menemukan peluang untuk melakukan ekspor bagi pelaku UMKM.

“Kami sangat mengapresiasi gubernur dan jajarannya serta pihak terkait yang mendorong pengembangan UMKM melalui sinergi dan kolaborasi sepanjang tahun ini,” ujarnya.

Diakuinya Kepri sangat diuntungkan karena lokasinya berbatasan dengan banyak negara tetangga, sehinga peluang untuk ekspor juga besar.

“UMKM juga tidak terlepas dari beberapa kendala yang harus kita carikan solusi termasuk kendala untuk akses ke pasar internasional,” kata Suryono.

Pihak perguruan tinggi UMRAH dan UIB menujukkan kerja sama yang ditandatangani bersama Pemprov Kepri terkait pengembangan UMKM di Kepri. Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Selain seminar dalam agenda Gebyar Melayu Pesisir hari ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, yakni Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Universitas Internasional Batam (UIB) dan Universitas Riau Kepulauan (Unrika).

Kerja sama tersebut juga berkaitan dengan pengembangan UMKM di Kepri. Bersama UMRAH misalnya, BI Kepri bekerja sama untuk survei UMKM potensial. Bersama UIB BI Kepri melakukan studi untuk mengetahui peluang pembukaan ekspor pasar melalui UMKM ekspor hub.

Selain seminar upaya mendorong UMKM yang dilakukan BI Kepri adalah penyelenggaraan pameran produk unggulan melalui Gebyar Melayu Pesisir yang dilakukan di setiap kabupaten kota di Kepri.

“Lebih dari 100 ribu pengunjung yang hadir dalam GMP di kabupaten kota di Kepri. Hasil penjualanya juga lumayan besar. Semua difokuskan agar UMKM naik kelas,” ujarnya.

Dalam puncak GMP 2023 yang digelar di kawasan Harbour Bay, Batuampar, Kota Batam ini terdapat 94 UMKM lokal yang berasal dari berbagai provinsi di Sumatra dan 10 UMKM dari Malaysia serta 14 UMKM dari Thailand.

“Kolaborasi dengan IMT GT (Indonesia Malaysia Thailand) ini sangat membanggakan dan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya,” ujarnya.

Penandatanganan MoU juga dilakukan Pemerintah Kepri dengan sejumlah Pemerintah Provinsi di Sumatra yakni Pemerintah Provinsi Jambi, Sumatera Barat dan Lampung.

Kerja sama yang dilakukan tidak hanya dalam hal UMKM tapi juga dalam pengembangan sektor industri, perdagangan, pemberdayaan koperasi, pariwisata, peranian, perkebunan, kesehatan hewan dan lain-lain. (advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Asrul Rahmawati

Pos terkait