Dibuka untuk Umum Mulai 1 September, Bandara Changi Gunakan Filter Udara Standar Rumah Sakit

Bandara Changi Dibuka
Bandara Changi, Singapura. (Foto: The Straits Times/Ong Wee Jin)

Singapura (gokepri.com) – Bandara Changi akan membuka kembali Terminal 1 dan 3 untuk umum mulai Rabu 1 September 2021, menyusul penutupan selama tiga bulan akibat pandemi Covid-19.

Tindakan pencegahan ekstra sekarang diterapkan untuk memisahkan pelancong. Jumlah pelancong diperkirakan akan meningkat karena Singapura secara bertahap melonggarkan pembatasan perbatasannya.

Hanya penumpang yang datang dan bandara menyediakan layanan temu sapa profesional yang diizinkan di aula kedatangan.

Kedua, sistem pendingin udara dan mekanisme ventilasi di terminal juga telah diperbaiki.

Ketiga, bandara juga telah menyiapkan tempat istirahat dan makan khusus untuk staf bandara untuk meminimalkan interaksi mereka dengan publik.

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) dan Grup Bandara Changi (CAG) mengumumkan pembukaan kembali dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, 27 Agustus 2021.

Direktur Jenderal CAAS Han Kok Juan mengatakan puas dengan pengamanan yang dilakukan oleh CAG dan otoritas bandara untuk pembukaan kembali Terminal 1 dan 3.

“Ketika Singapura mengambil langkah hati-hati untuk membuka kembali perbatasan kami. Kami perlu memastikan bahwa Bandara Changi tetap menjadi bandara yang aman bagi para pelancong yang datang dan transit,” ujar dia dilansir The Straits Times, Selasa (31/8).

CAAS akan terus meninjau protokol keselamatan di bandara berdasarkan situasi Covid-19.

Sementara Terminal 2 dan Terminal 4 tetap tertutup. Keduanya telah ditutup sejak Mei tahun lalu di tengah penurunan drastis jumlah penumpang akibat pandemi Covid-19. Tidak ada rencana segera untuk membuka kembali kedua terminal.

Terminal 1 dan 3, bersama dengan Bandara Jewel Changi, ditutup pada Mei setelah klaster Covid-19 terdeteksi di T3. Klaster tersebut bertambah menjadi 108 kasus, 43 di antaranya adalah pekerja bandara.

Sementara Bandara Jewel Changi dibuka kembali pada 14 Juni, sekitar sebulan setelah penutupannya, T1 dan T3 tetap ditutup untuk umum sehingga para pekerja dapat terbiasa dengan prosedur keselamatan baru.

CAAS dan CAG mengatakan pada hari Jumat bahwa penggunaan ruang kedatangan yang terbatas melengkapi pemisahan zona di area transit yang sudah ada di bandara sejak Mei.

Mereka mengatakan hanya layanan temu dan sapa profesional, seperti yang berasal dari hotel, layanan transportasi, dan agen perusahaan, yang akan diizinkan untuk menerima penumpang yang datang dari negara berisiko rendah di aula.

Perwakilan ini harus menunjukkan jadwal penerbangan penumpang untuk masuk ke aula. Hanya satu perwakilan yang diperbolehkan untuk menjemput setiap rombongan penumpang yang tiba.

Penumpang lain dari negara berisiko rendah dapat mengatur transportasi mereka sendiri atau dijemput oleh seseorang di titik penjemputan kedatangan terminal. Mereka juga dapat memilih layanan taksi.

Daftar tempat-tempat yang dianggap berisiko rendah infeksi Covid-19 saat ini adalah Australia, Brunei, Kanada, Jerman, Hong Kong, Makau, Cina daratan, Selandia Baru, dan Taiwan.

Bandara Changi Dibuka

Penumpang dari negara-negara di luar daftar ini akan diangkut ke fasilitas pemberitahuan tinggal di rumah secara langsung dan tidak akan dapat pergi melalui aula kedatangan, sesuai dengan praktik saat ini.

Terkait peningkatan kualitas dan keamanan udara di bandara, CAAS dan CAG mengatakan hal itu dilakukan mengingat ancaman varian Covid-19 yang lebih menular.

Mereka mengatakan filter kelas rumah sakit dan sistem sanitasi UV-C sekarang dipasang di sistem pendingin udara di bandara.

CAG juga telah menyiapkan pembersih udara portabel dengan filter udara partikulat efisiensi tinggi di foodcourt Kopitiam di T3, yang dikaitkan dengan beberapa kasus Covid-19 pada bulan Mei.

Mengenai pengaturan area khusus untuk staf bandara, CAAS dan CAG mengatakan bahwa bandara telah mengubah bagian dari ruang kedatangan T3 menjadi area istirahat staf.

Dengan segregasi zonal ini, toko makanan dan minuman serta gerai ritel yang berada di kawasan tersebut akan ditutup sementara untuk umum.

Bandara juga telah menyiapkan ruang makan terpisah untuk staf di Basement 2 T3. Ini bersebelahan dengan foodcourt Kopitiam.

Kepala eksekutif CAG Lee Seow Hiang mengatakan bandara akan terus bekerja sama dengan pihak berwenang dan mitranya untuk menerapkan langkah-langkah keamanan guna mencegah penularan Covid-19. (Can)

|Baca Juga: Sulit Bersaing dengan Changi, Ini yang Dilakukan BP Batam Kembangkan Hang Nadim

Pos terkait