Baru Dilantik, Armia Langsung Bagikan Seragam dan Buku ke SD di Pulau Terpencil

Armia Kadisdikpora Lingga
Kadisdikpora Lingga Armia bersama murid SD Santo Carolus di Pulau Ujung Beting, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis 6 Januari 2022. (foto: gokepri/Tambunan)

Lingga (gokepri.com) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Lingga, Armia, langsung meninjau sekolah-sekolah yang berada di pulau-pulau terpencil setelah dilantik oleh Bupati Muhammad Nizar.

Ia meninjau SD Santo Carolus di Pulau Ujung Beting, Kecamatan Senayang, Kamis 6 Januari 2022. Sehari sebelumnya, Armia dilantik menjadi Kadisdipora Lingga.

Kadisdikpora mengungkapkan kedatangannya ke SD Santo Carolus untuk melihat langsung kondisi gedung sekolah, tenaga pendidik dan murid di sana yang menjadi satu-satunya sekolah Katolik di Lingga.

“Sekolah ini menjadi satu-satunya tempat bagi anak di Pulau Ujung Beting dan beberapa pulau di sekitarnya untuk mengenyam pendidikan dasar,” tutur Armia.

Armia yang tidak asing lagi bagi masyarakat Lingga, mengurai cerita sejarah berdirinya sekolah tersebut yang berawal dari rasa kepedulian beberapa tokoh masyarakat setempat, yaitu Piet Parera dan Valentinus Niron.

Armia Kadisdikpora Lingga

Keduanya memikirkan akan kehidupan masa depan anak-anak di Pulau Ujung Beting dan Pongok.

“Kedua tokoh masyarakat ini mengumpulkan anak-anak untuk diajarkan membaca, menulis, dan berhitung, tepatnya pada tahun 1984,” kisah Armia.

Siswa-siswa yang belajar di SD Santo Carolus merupakan anak keturunan Suku Flores dan Suku Laut yang pada umumnya belum pernah mengenyam pendidikan walau sudah memasuki usia sekolah.

Pada awal berdirinya sekolah tersebut, kebanyakan para siswa berasal dari luar pulau, seperti Air Kelad, Pulau Manik, Limbong, Cempah, Pulun, Limas, dan Mensanak.

Namun, saat ini para siswa hanya berasal dari Ujung Beting dan Pongok serta luar pulau yaitu Pulau Senang.

“Dan pada beberapa tahun lalu, SD St Carolus Ujung Beting sudah terakreditasi dengan nilai cukup,” pungkas Armia.

Dalam kunjungan itu Armia mendapat keluhan dari orang tua murid sekolah terkait tranportasi laut.

“Alhamdulillah, terkait keluh kesah orang tua murid untuk transportasi laut, itu akan kami akomodir, meskipun itu tidak masuk dalam APBD Lingga, tapi akan tetap kami usahakan di luar APBD. Meski berbeda agama, kita tidak membedakan. Apalagi ini kebutuhan dasar untuk anak-anak menuntut ilmu,” ucap Armia.

Armia dalam kunjungannya membagikan baju seragam sekolah dan buku. Pembagian baju seragam sekolah dan buku itu melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

(Penulis: Tambunan)

 

Pos terkait